Ibu Hamil Tak Perlu Konsumsi Susu Khusus Ibu Hamil

Ibu Hamil Tak Perlu Konsumsi Susu Khusus Ibu Hamil

Ibu Hamil Tak Perlu Konsumsi Susu Khusus Ibu Hamil

Ibu Hamil Tak Perlu Konsumsi Susu Khusus Ibu Hamil
Ibu Hamil Tak Perlu Konsumsi Susu Khusus Ibu Hamil

Mengkonsumsi susu formula selama kelaziman

Mengkonsumsi susu formula selama mengandung seperti kelaziman bagi sebagian ibu hamil. Mereka rela mengeluarkan banyak kocek untuk membeli asupan gizi tambahan itu. Ragam komposisi gizi yang ditawarkan susu hamil juga menjadi pertimbangan. Iklan menggoda dengan tawaran banyaknya kandungan gizi akan mempengaruhi kondisi janin.

Persepsi ini juga yang menjangkiti Neni (26). Kehamilan pertama ia perlakukan dengan sangat istimewa. Ia mengaku segala makanan, suplemen penambah gizi ditelannya guna membentuk sel-sel otak anak. Susu ibu hamil juga tak luput ia minum.

“Kalau lagi hamil, butuh asupan asam folat tinggi, AHA, dan DHA. Apalagi sebelum usia 4 bulan, saat pembentukan otak,” katanya.

Saat ditanya menyoal kebenaran informasi tersebut, ia menjawab sekadar tahu dari iklan-iklan promosi susu ibu. Meski menelan banyak zat gizi, ia tak takut gemuk, sebab, kata Neni, konsumsi makan ibu hamil dibagi untuk dua orang. Namun, menjelang kelahiran, ia malah diminta dokter untuk berdiet karena kelebihan berat badan.

Iklan susu dengan bermacam-macam jenis. Seperti susu anak dengan klasifikasi umur tertentu, susu diet, susu pria berotot, susu ibu hamil, dan susu ibu menyusui, menurutnya, hanya merupakan strategi penjualan. Sebab, resolusi World Health Assembly (WHA) pada sidang pleno Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Mei 2015 melarang iklan susu formula bagi anak di bawah tiga tahun. Indonesia turut menandatanganinya. Aturan itu, jelas berdampak pada penjualan perusahaan.

Iklan susu anak

Iklan susu anak, tak hanya dilarang tampil di media komersil, dokter juga dilarang menyarankan penggunaan pada pasien. Sedang, perusahaan susu, tak boleh mengiming-imingi konsumen dengan hadiah-hadiah tertentu guna mendongkrak pembelian.

Penerapan aturan tersebut, mendapat pertentangan keras, terutama dari pengusaha industri susu. Dampaknya, peraturan beriklan susu di Indonesia menjadi lebih longgar. “Ini memang ada conflict of interest. Mengapa kita mau dibodoh-bodohi seperti itu?” tanyanya.

 

Gizi Tambahan bagi Ibu Hamil

Committee on Nutritional menyatakan standar kenaikan berat badan pada ibu hamil sekitar 7 kg sampai 18 kg. Untuk ibu gemuk dengan body mass index (BMI) lebih besar dari 26-29 pertambahan berat badan ideal sekitar 7 hingga 11,5 kg. Untuk ibu normal dengan BMI 19,8-26 maka pertambahan standarnya 11,5–16 kg. Untuk ibu kurus yang angka BMI-nya kurang dari 19,8, pertambahan standar berkisar 12,5 kg–18 kg.

Pola ideal dari peningkatan berat badan selama hamil adalah 1–2 kg selama trimester pertama. Diikuti dengan peningkatan rata 0,4 kg per minggu selama akhir dua semester. Selama trimester kedua, umumnya peningkatan berat badan menandakan peningkatan volume darah, pembesaran payudara, rahim, dan berhubungan dengan jaringan dan cairan serta simpanan lemak ibu hamil.

Peningkatan berat badan

Peningkatan berat badan yang tidak sesuai atau lebih dari 1 kg per bulan selama trimester kedua dan ketiga, bahkan peningkatan berat badan berlebihan (lebih dari 3 kg per bulan), harus dievaluasi. Dan, ibu yang mengalaminya perlu mendapatkan konseling nutrisi.

Kekurangan nutrisi pada ibu hamil dapat menyebabkan anemia, keguguran, prematur, insersia uteri (ibu tak kuat mendorong janin), pendarahan pascapersalinan, infeksi pada ibu, dan banyak lagi. Adapun makan secara berlebihan dapat menyebabkan bobot janin terlalu besar.

Sumber : https://merkterbaik.com/