Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Menengah

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Menengah

Pembelajaran

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Menengah– Dalam pendekatan pembelajaran baru, khususnya postmodernism, istilah media dan sumber pembelajaran IPS digunakan secara bersamaan menjadi istilah yang tidak terpisahkan dan sering ditulis berdampingan menjadi media/sumber pembelajaran. Dalam pembelajaran IPS yang konvensional media pembelajaran lebih banyak dilihat sebagai sarana bagi guru untuk mempermudah menyampaikan materi pembelajaran.
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Menengah

Manusia sebagai makhluk sosial

Manusia sebagai makhluk sosial mempunyai kecenderungan kuat untuk hidup bersama orang lain atau berkelompok. Kehidupan berkelompok itu didorong oleh nalurinya untuk mempertahankan hidupnya. Naluri itu diwujudkan melalui upaya memenuhi kebutuhan hidup, baik jasmani (makan, pakaian, rumah, kesehatan) maupun rohani (pendidikan, hiburan, agama). Wujud lain dari naluri hhhidup berkelompok ialah hal mempertahankan diri dan atau kelompoknya manakala mendapat gangguan dari kelompok lain. Akan tetapi di samping itu manusia juga membutuhkan interaksi dengan sesama. Dan manusia juga tidak hanya berintekrasi dengan sesamanya akan tetapi dengan unsur-unsur hidup dan tidak hidup di sekitarnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa pentingnya mempelajari pengetahuan sosial agar peserta didik memiliki bekal untuk hidup di masyarakat.
Pendidikan merupakan salah satu pilar pengembbanagn sumber daya manusia yang memiliki peran penting bagi kehidupan nasional. Masa depan bangsa bergantung pada keberadaan pendidikan yang berkualitas yang berlangsung di masa kini. Upaya peningkatan mutu sekolah merupakan titik pokok upaya penciptaan pendidikan yang berkualitas. Upaya peningkatan mutu sekolah merupakan tindakan yang harus tetap berkesinambungan, kapanpun, dimanapun dan dalam kondisi apapun.
Dalam konteks belajar dan pembelajaran, media dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan atau materi ajar dari guru sebagai komunikator kepada peserta didik sebagai komunikan dan sebaliknya. Ada juga yang mengartikan media sebagai alat bantu mengajar atau “teaching aid”. Oleh sebab itu, sekalipun telah tersedia media pembelajaran, masih diperlukan guru, teknik, metoda, dan sarana serta prasarana lain termasuk dukungan lingkungan untuk menciptakan komunikasi untuk penyampaian pesan pembelajaran dengan hasil sebagaimana direncanakan oleh guru (Gintings, 2010, hal. 140). Segala hal yang mampu menyumbangkan bahan untuk pembelajaran IPS, dapat diterapkan sebagai sumber pembelajaran IPS.

Media Masa

Media massa merupakan salah satu sarana untuk pengmebangan kebudayaan, bukan hanya budaya dalam pengertian seni dan simbol tetapi juga dalam pengertian pengembangan tatacara, metode, gaya hidup dan norma-norma. Media sangat berperan penting dalam perkembangan atau bahkan perubahan pola tingkah laku dalam suatu masyarakat. Oleh karena itu, keedudukan media massa sangatlah penting. Dengan adanya media massa akhirnya masyarakat yang tadinya dikatakan tidak beradab dapat menjadi masyarakat yang beradab. Oleh karena itu masyarakat mempunyai jaringan yang luas dan bersiifat masal sehingga masyarakat yang membaca tidak hanya perorang tapi sudah mencakup jumlah puluhan, ratusan, bahkan ribuan pembaca sehingga pengaruh media massa akan sangat terlihat di permukaan masyarakat.