Bima Minta Warga Tak Buang Sampah ke Sungai

Bima Minta Warga Tak Buang Sampah ke Sungai

Bima Minta Warga Tak Buang Sampah ke Sungai

 

Bima Minta Warga Tak Buang Sampah ke Sungai

Wali Kota Bogor

Bima Arya mengajak warga Sukamulya, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, untuk melakukan aksi nyata bebersih Ciliwung, Sabtu (22/12/2018) pagi. Aksi ini dilakukan dalam rangka penyelamatan sungai Ciliwung dari pencemaran limbah rumah tangga. Alhasil, puluhan karung berisikan sampah terkumpul seketika.

“Jadi saya ingin mengajak warga mulai serius membersihkan lingkungannya agar tidak membuang sampah ke sungai. Di titik ini, kami mengidentifikasi adanya kebutuhan warga terkait pengelolaan sampah,” ujar Bima disela aksi bebersih Ciliwung.

Dalam kegiatan bebersih ini

Sambung Bima, tak hanya Satgas Naturalisasi Ciliwung dan warga saja yang ikut terlibat. Sejumlah komunitas serta belasan personel TNI dari Yonif 315 dan Kodim 0606 pun berada di lokasi untuk melakukan aksi tersebut.

“Di samping kita bersihkan di sungai ini juga warga akan difasilitasi tempat pembuangan sampah, seperti gerobak sampah yang diperlukan oleh mereka agar tidak membuang sampah disini. Kita targetkan bulan Maret 2019, titik Kelurahan Sukasari ini clear dari sampah,” tegasnya.

Keseriusan Pemerintah Kota

Keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mengatasi persoalan sampah di tepi sungai ini rupanya tak main-main. Bima berencana akan menerapkan sanksi bagi pelaku yang kedapatan membuang sampah ke sungai.

“Jadi, segera Pemkot akan mengawasi di lapangan bagi warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan akan kita berikan sanksi. Sanksinya bisa dalam bentuk denda ataupun kurungan. Saat ini regulasi tersebut masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut,” ucapnya. kata bijak bahasa inggris mario teguh

Seperti diketahui

Saat ini kondisi beberapa sungai di Indonesia sangat memprihatinkan. Data menunjukkan bahwa 82 persen sungai di Indonesia dalam keadaan rusak dan 52 sungai strategis di Indonesia dalam keadaan tercemar. Sungai Ciliwung merupakan salah satu diantara sungai yang tercemar.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada akhir tahun 2017 lalu mencatat bahwa setiap harinya ada sekitar 7.000 ton sampah yang dibuang ke sungai Ciliwung, dari hulu hingga hilir. Sampah yang menumpuk, tidak hanya di bantaran sungai saja, namun juga berada di badan atau aliran sungai.