Alasan Indonesia Adalah Termasuk Negara Berkembang

Berikut adalah beberapa alasan untuk Indonesia, termasuk negara-negara berkembang di Asia Tenggara.

1. Tingkat pertumbuhan populasi yang tinggi

Indonesia adalah negara terpadat keempat di dunia setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Populasi Indonesia saat ini telah mencapai sekitar 255,5 juta orang. Populasi ini terus meningkat dari tahun ke tahun karena tingkat pertumbuhan Indonesia yang tinggi. Tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia sendiri tinggi, mencapai 1,49%. Jika tingkat pertumbuhan populasi tidak meningkat tajam, ada berbagai masalah dan dampak buruk pada orang dan negara.

Pertumbuhan populasi di Indonesia menyebabkan peningkatan permintaan akan pakaian, makanan, dan tempat berlindung. Sayangnya, pasokan barang-barang ini tidak dapat dipasok dalam waktu singkat karena kurangnya faktor pendukung seperti modal, bahan baku, pekerja terampil. Ini menaikkan harga, biaya hidup orang menjadi lebih mahal dan menciptakan kemiskinan.

Tingkat pengangguran tinggi

Tingkat pengangguran yang tinggi di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari faktor pertumbuhan penduduk Indonesia. Jumlah pencari kerja tidak berbanding lurus dengan ada atau tidak adanya pekerjaan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2017 telah mencapai 5,33%, yang berarti Indonesia memiliki 7,1 juta pengangguran. Tingginya tingkat pengangguran mempengaruhi produktivitas dan pendapatan masyarakat, itu adalah penyebab utama kemiskinan dan masalah sosial lainnya, sehingga mungkin menjadi masalah bagi perekonomian Indonesia.

Pembangunan Infrastruktur yang Tidak Rata

Kemajuan negara dapat dievaluasi dari pembangunan infrastruktur yang didistribusikan secara merata di setiap wilayah. Pembangunan yang adil memainkan peran penting dalam keberhasilan ekonomi negara. Selain itu, pembangunan yang merata juga akan mempengaruhi kesejahteraan rakyat. Sejauh pengembangan infrastruktur hanya berfokus pada Jawa dan pengembangan infrastruktur hampir tidak dilakukan di daerah terpencil dan perbatasan selain Jawa, pembangunan infrastruktur umum hingga 2017 di Indonesia terdistribusi secara merata. Pembangunan infrastruktur meningkat di berbagai bidang di daerah terpencil seperti Papua, Kalimantan, Sumatra, tetapi ini belum dapat sepenuhnya mendukung perekonomian nasional. Ini karena pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah tidak merata di seluruh wilayah Indonesia.

4. Tingkat kemiskinan yang tinggi

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan Indonesia telah mencapai 27,77 juta orang, atau 10,6% dari total populasi Indonesia. Tingkat kemiskinan yang tinggi di Indonesia adalah pekerjaan rumah utama pemerintah. Kemiskinan adalah indikator ekonomi negara itu. Tingkat kemiskinan Indonesia didasarkan pada tingkat ketidakmampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar. Masalah kemiskinan Indonesia disebabkan oleh banyak faktor, beberapa di antaranya adalah pembangunan pendidikan rendah, keterampilan rendah, tingkat pertumbuhan tinggi, dan infrastruktur.

5. Kualitas yang dialokasikan secara tidak merata

Alasan Indonesia termasuk negara berkembang adalah dari sudut pandang pendidikan. Pendidikan adalah elemen kunci dalam membangun karakter nasional dan mempromosikan ekonomi nasional. Sayangnya, di Indonesia pendidikan yang berkualitas belum sepenuhnya tersedia untuk orang Indonesia, terutama orang-orang yang kurang beruntung dan masyarakat di daerah terpencil. Masalah ekonomi tampaknya menjadi masalah utama dalam akses ke pendidikan yang baik dan hambatan untuk menjadi negara berpendidikan terbaik. Meskipun program bantuan manajemen sekolah (BOS) sudah ada, karena orang tua masih harus membayar biaya lain setiap tahun, akses ke pendidikan berkualitas tinggi tidak dapat sepenuhnya dinikmati oleh semua siswa Indonesia.

Baca Juga :