Thaharah Daripada Najis Dapat Dilakukan Beberapa Cara

Thaharah Daripada Najis Dapat Dilakukan Beberapa Cara

Thaharah Daripada Najis Dapat Dilakukan Beberapa Cara

Thaharah Daripada Najis Dapat Dilakukan Beberapa Cara
Thaharah Daripada Najis Dapat Dilakukan Beberapa Cara

Istinjayaitu

Membasuh dubur dan qubul dari najis (kotoran) dengan menggunakan air yang suci lagi mensucikan atau batu yang suci dan benda-benda lain yang menempati kedudukan air dan batu, yang dilakukan setelah kita buang air.

Memercikkan Air, yaitu memercikkan air ke bagian yang terkena najis kecil (mukhaffafah).

Mencuci atau membasuh dengan air, yaitu dengan membasuh dengan air yang mengalir sampai pada bagian yang terkena najis sedang (mutawasithah) hilang tanda-tanda kenajisannya.

Menyamak,hal ini dilakukan untuk menyucikan diri dari najis berat.

 

Adapun thaharah daripada hadats dapat dilakukan dengan beberapa cara:

  1. Wudhu, yaitu membasuh muka, kedua tangan, kepala dan kedua kaki dengan air, untuk mensucikan diri kita dari hadats kecil.
  2. Tayamum, yaitu membasuh muka dan kedua tangan dengan tanah suci sebagai pengganti wudhu jika air tidak ditemukan, untuk mensucikan diri kita dari hadats kecil.

Allah swt berfirman.

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (QS Al Maidah : 6)

Mandi, yaitu mensucikan diri dari hadats besar dengan membasuh secara merata ke seluruh tubuh dengan air.

TATA CARA PELAKSANAAN THAHARAH

Bersuci menghilangkan najis.

Najis menurut bahasa ialah apa saja yang kotor, baik jiwa, benda maupun amal perbuatan. Sedangkan menurut fuqaha’ berarti kotoran (yang berbentuk zat) yang mengakibatkan sholat tidak sah.

Benda-benda najis

  1. a)Bangkai (kecuali bangkai ikan dan belalang)
  2. b)Darah
  3. c)Babi
  4. d)Khamer dan benda cair apapun yang memabukkan
  5. e)Anjing
  6. f)Kencing dan kotoran (tinja) manusia maupun binatang
  7. g)Susu binatang yang haram dimakan dagingnya
  8. h)Wadi dan madzi
  9. i)Muntahan dari perut

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/bpupki-sejarah-anggota-tugas-dan-pembentukannya/