Mengenal Respon Terhadap Nyeri

Mengenal Respon Terhadap Nyeri

Mengenal Respon Terhadap Nyeri

Mengenal Respon Terhadap Nyeri
Mengenal Respon Terhadap Nyeri
  1. Respons sistemik 

    Nyeri akut berhubungan dengan respons neuroendokrin sesuai derajat nyerinya. Nyeri akan menyebabkan peningkatan hormon katabolik dan penurunan hormon anabolik. Manifestasi nyeri dapat berupa hipertensi, takikardi, hiperventilasi (kebutuhan Oksigen dan produksi karbon dioksida meningkat), tonus sfingter saluran cerna dan saluran air kemih meningkat (ileus, retensi urin)

  1. Respon perilaku

Respon perilaku terhadap nyeri antara lain

  • Pernyataan verbal (Mengaduh, Menangis, Sesak Nafas, Mendengkur)
  • Ekspresi wajah (Meringis, Menggeletukkan gigi, Menggigit bibir, Diam menahan)
  • Gerakan tubuh (Gelisah, Melindungi area yang nyeri, Imobilisasi, Menghindari dari stimulus, Ketegangan otot, peningkatan gerakan jari dan tangan)
  • Kontak dengan orang lain/interaksi sosial (Menghindari percakapan, Menghindari kontak sosial, Penurunan rentang perhatian, Fokus pada aktivitas menghilangkan nyeri)

Individu yang mengalami nyeri dengan awal mula yang mendadak dapat bereaksi sangat berbeda dibanding nyeri yang berlangsung selama beberapa menit atau menjadi kronis. Nyeri dapat menyebabkan keletihan dan membuat individu terlalu letih untuk merintih atau menangis. Pasien dapat tidur, bahkan dengan nyeri hebat. Pasien dapat tampak rileks dan terlibat dalam aktivitas, karena menjadi mahir dalam mengalihkan perhatian terhadap nyeri.

  1. Respon Fisiologik

  • Respon simpatetik (Pada nyeri akut, ringan, moderat atau superficial) dan merupakan respon homeostatis
    1. Peningkatan tekanan darah
    2. Peningkatan denyut nadi dan pernafasan
    3. Dilatasi pupil
    4. Ketegangan otot dan kaku
    5. Bagian tubuh perifer akan terasa dingin
    6. Sering buang air kecil
    7. Kadar gula darah meningkat
    8. Penurunan motilitas saluran cerna
    9. Dilatasi saluran bronkhial
  • Respon Parasimpatetik (pada nyeri berat) dan menunjukkan bahwa tidak mampu lagi melakukan homeostatis.
    1. Muka pucat
    2. Mual dan muntah
    3. Penurunan kesadaran
    4. Penurunan tekanan darah
    5. Penurunan nadi
    6. Pernafasan cepat dan tidak teratur
    7. Kelelahan, keletihan dan lemah
  1. Respon Afektif

  • Diam tidak berdaya
  • “withdrawl” (menolak)
  • Depresi
  • Marah
  • Takut
  • Tidak punya harapan
  • Tidak punya kekuatan
  1. Respon Psikologis

Respon psikologis sangat berkaitan dengan pemahaman klien terhadap nyeri yang terjadi atat arti nyeri bagi klien. Arti nyeri bagi setiap individu berbeda-beda antara lain :

  • Bahaya atau merusak
  • Komplikasi seperti infeksi
  • Penyakit yang berulang
  • Penyakit baru
  • Penyakit yang fatal
  • Peningkatan ketidakmampuan
  • Kehilangan mobilitas
  • Menjadi tua
  • Sembuh
  • Perlu untuk penyembuhan
  • Hukuman untuk berdosa
  • Tantangan
  • Penghargaan terhadap penderitaan orang lain
  • Sesuatu yang harus ditoleransi
  • Bebas dari tanggung jawab yang tidak dikehendaki

Pemahaman dan pemberian arti nyeri sangat dipengaruhi tingkat pengetahuan, persepsi, pengalaman masa lalu dan juga faktor sosial budaya.

 

(Sumber: https://weareglory.com/)