Ketahui Hal ini Ketika Bayi Tak Kunjung Lahir Lewat dari HPL

Jangan Panik, Ketahui Hal ini Ketika Bayi Tak Kunjung Lahir Lewat dari HPL

Jelang akhir masa kehamilan di trimester ketiga, para ibu biasa biasanya sudah mulai sering merasakan kontraksi-kontraksi palsu, sebagai pemanasan sebelum kontraksi sungguhan dan melahirkan. Tapi nyatanya, ada pula ibu hamil yang sudah jelang HPL (Hari Perkiraan Lahir) namun belum merasakan tanda-tanda kelahiran sama sekali. Bahkan, ada pula yang sampai lewat HPL masih belum ada gejala persalinan. Hmm, kalau sudah begini harus bagaimana ya?

Umumnya, kehamilan cukup bulan berlangsung selama sekitar 38-41 minggu. Kehamilan lewat bulan atau disebut dengan istilah postterm atau prolonged pregnancy biasanya berlangsung di atas 42 minggu dan angka kehamilannya relatif cukup sedikit, sekitar 2-12 persen setiap kehamilan. Agar nggak panik jika suatu saat mengalami, baca dulu yuk ulasannya berikut ini!

1. Sebelum membahas penanganannya, kamu perlu tahu juga penyebab tanggal kelahiran anakmu mundur dari perkiraan lahir nih

Dilansir dari laman Mayo Clinic, ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan mundurnya HPL dari tanggal seharusnya. Salah satunya adalah kesalahan dalam menghitung periode kehamilan. Selain itu, obesitas, faktor keturunan, masalah plasenta pada janin, kehamilan pertama atau jika mengandung bayi laki-laki juga bisa memicu kondisi kehamilan lewat bulan.

2. Jika kehamilanmu lewat bulan, langkah pertama adalah berkonsultasi dengan dokter kandungan agar segera ditangani

Jika kehamilan sudah masuki usia 42 minggu dan belum ada tanda-tanda persalinan, dokter biasanya akan memeriksa kondisi plasenta, kesehatan janin, jumlah air ketuban dan detak jantung bayi. Hasilnya nanti akan menentukan tindakan apa yang harus dilakukan dokter.

3. Jika menurut dokter, anakmu harus segera dilahirkan, dokter akan merekomendasikan metode persalinan yang akan dilakukan. Bisa dengan cara normal atau operasi cesar

Jika harus segera dilahirkan, dokter biasanya akan menyarankan metode persalinan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi medis ibu. Jika yang dipilih adalah persalinan normal, biasanya dokter akan melakukan induksi dengan obat-obatan atau cara tertentu. Jika induksi gagal atau ibu mengalami kondisi gawat janin atau ukuran terlalu besar, biasanya dokter akan merekomendasikan operasi cesar.

4. Jika sudah lewat bulan, jangan tunda-tunda lagi untuk mencari saran dan tindakan terbaik dari dokter kandungan. Pasalnya, ada beberapa risiko yang bisa dialami jika bayi terlambat dilahirkan. Beberapa risikonya antara lain

Beberapa risiko jika bayi tidak segera dilahirkan karena kehamilan lewat bulan cukup mengkhawatirkan lo. Berikut ini risiko yang sebaiknya dihindari ketika mengalami bayi belum kunjung lahir melewati HPL seperti dilansir dari laman Alodokter dan Dokter Sehat:

Bayi bisa mengalami bahu yang menempel di belakang tulang panggul saat melahirkan.

Bayi tersebut juga bisa mengalami sindrom postmaturitas yang ditandai dengan menurunnya lemak bawah kulit

Menipisnya cairan ketuban dalam perut. Menipisnya air ketuban juga dapat menyebabkan tali pusar janin terjepit karena pergerakan janin atau saat rahimmu berkontraksi

Kekurangan oksigen karena kondisi plasenta memburuk setelah usia kehamilan di atas 38 minggu,

Ukuran janin terlalu besar jika harus lewat jalan lahir, janin mengeluarkan tinja pertama (meconium) di air ketuban kemudian waktu persalinan menghirupnya. Hal ini dapat mengiritasi jaringan paru-parunya, saluran pernapasannya terhambat dan membuat paru-parunya tidak berkembang dengan baik

Terjadi gawat janin seperti detak jantungnya melambat dan tanda-tanda janin mengalami marabahaya.

Terakhir, janin bisa meninggal di dalam kandungan atau meninggal sesaat setelah dilahirkan

5. Demi mencegah hal-hal tersebut, selain menjaga gaya hidup tetap sehat sebelum dan selama menjalani kehamilan, ibu juga perlu persiapan fisik dan mental saat hamil. Rutin memeriksakan diri juga penting banget

Istirahat cukup, makan dan minum yang sehat, melakukan senam hamil, rajin jalan kaki selama hamil dan tak pernah absen memeriksakan kandungan ke dokter perlu dilakukan agar kehamilanmu bisa lancar sebagaimana mestinya. Namun penting diingat, sekalipun semua cara sehat sudah kamu jalani selama kehamilan, tak menutup kemungkinan ada faktor x yang memicu hamil melebihi HPL. Untuk ini, percayakan saja pada dokter kandungan yang menanganimu ya.

Jika mengalami kehamilan yang HPL-nya mundur dari tanggal semestinya, jangan panik dan sebaiknya ikuti saran profesional dari dokter yang menanganimu.

Baca Juga :