CERPEN LUCU INSPIRASI

CERPEN LUCU INSPIRASI

Di suatu negeri antah barantah hiduplah seorang kakek yang pergi ke berbagai tempat guna mencari sebuah kebahagiaan. Kakek tersebut melihat seekor burung pipit yang sangat indah sehingga menarik perhatiannya pada sebuah oase. Kakek tersebut mencoba untuk menangkapnya dan berhasil.

Ternyata burung pipit ini dapat berbicara “kakek tolong lepaskan saya, saya janji nanti semua permintaan kakek akan saya penuhi”, kata si burung pipit.

“Baiklah akan aku lepaskan apabila kau dapat menjawab pertanyaan dari ku”. Kata sang kakek.

“Katakan saja wahai kakek, semua pertanyaanmu pasti akan aku jawab”. Jawab si burung.

“Di mana, bagaimana, serta kapan kebahagiaan itu akan saya peroleh?” tanya sang kakek.

“Pertama, jangan percaya kepada seiapapun selain Tuhan, ke dua, kakek jangan terlalu berharap kepada sesuatu yang kakek sendiri tidak sanggup untuk melakukannya. Dan ke tiga, jangan sesekali menyesali masa lalu” jawab sang burung dengan penuh jelasnya.

Karena merasa puas dengan jawaban sang burung, akhirnya kakek melepaskan burung pipit tersebut. Akan tetapi begitu dilepas oleh sang kakek burung pipit tersebut meledek kakek tua tersebut. “Dasar kakek bodoh,” kata si burung. “seandainya tadi kakek tidak melepaskan saya, maka kakek akan saya berikan telur emas”.

Setelah mendengar jawaban dari si burung, sang kakek merasa sangat menyesal dan berusaha untuk mengejar burung tersebut. Si burung akhirnya hinggap di ranting pohon cemara.

Karena merasa penasaran kemudian sang kakek berusaha untuk memanjat pohon cemara dan kemudian dia terjatuh dan pingsan. Saat kakek tua siuman, burung pipit tersebut kemudian mendekatinya dan berkata

“Dasar manusia, padahal baru beberapa menit saya berikan petunjuk untuk meraih kebahagiaan, namun sudah lupa saja. Kakek ingat kan tentang apa yang tadi saya katakan, kakek jangan percaya kepada siapapun selain Tuhan. Dan saya kan hanya seekor burung, kenapa kakek mempercayai saya?”

“Ke dua, kan tadi sudah saya katakan, jangan berharap akan sesuatu yang kakek tidak dapat melakukannya, dan tadi kakek memaksakan diri memanjat pohon, padahal kan kakek sudah tua, dan akhirnya kakek terjatuh”

“Serta yang ke tiga, jangan sesekali kakek menyesali masa lalu, mengapa tadi kakek menyesal karena telah melepaskan saya?” lanjut si burung sambil terbang ke angkasa meninggalkan kakek tua yang hanya diam termenung.

Baca Juga :