Setahun Terakhir, 370 Siswa Belajar di Bekas Kandang Ayam

Setahun Terakhir, 370 Siswa Belajar di Bekas Kandang Ayam

Setahun Terakhir, 370 Siswa Belajar di Bekas Kandang Ayam

Setahun Terakhir, 370 Siswa Belajar di Bekas Kandang Ayam
Setahun Terakhir, 370 Siswa Belajar di Bekas Kandang Ayam

CIHAMPELAS – Selama setahun terakhir, 370 siswa SMPN 3 Cihampelas di Desa Situwangi RT 3

/RW 9, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat harus belajar di bekas kandang peternakan ayam. Para siswa terlihat tetap semangat kendati ruang kelas yang ditempati jauh dari kata layak.

Berdasarkan pantauan di lokasi, dua kotak kandang ayam berukuran 8 kali 10 meter persegi yang dijadikan ruang belajar. Dengan berdindingkan triplek dan beratapkan asbes, dua kotak kandang ayam tersebut disekat menjadi tiga bagian untuk dijadikan ruang kelas.

Banyak bagian atapnya yang telah mengalami tambalan akibat bocor saat hujan. Selain itu, lantai ruangnya pun nyaris seperti tanah, karena pelester lantai hanya seadanya.

Selain kondisi ruang belajar, sejumlah fasilitas gedung penunjang lingkungan sekolah pun masih sangat minim.

Seperti tidak adanya perpustakaan, ruang guru, WC, laboratorium IPA dan fasilitas gedung lainnya.

Kepala Sekolah SMPN 3 Cihampelas Raden Mochamad Toha mengungkapkan, para siswa sudah lama menempati ruang kelas yang memang bekas peternakan ayam. Kondisi seperti ini, kata dia, terpaksa dipilihnya, karena selain kebutuhan sarana pendidikan bagi warga di Desa Situwangi dan sekitarnya yang cukup mendesak.

Begitu pun soal sulitnya mencari lahan untuk dijadikan sebagai gedung sekolah menjadi alasan lain kenapa lahan dan pemanfaatan bekas kandang ayam yang dijadikan gedung sekolah. ”Sulit lahannya untuk pembangunan sekolah di sini. Terpaksa kami melakukan belajar mengajar di sini,” kata Toha saat ditemui di SMPN 3, kemarin.

Lebih jauh dia menjelaskan, kendati belajar di ruang bekas peternakan ayam. Namun tingkat

melanjutkan sekolah ke jenjang SMP di desa ini cukup tinggi setelah adanya SMPN 3. Sebab, banyak warga yang mengeluhkan jarak sekolah yang cukup jauh. ”Hadirnya sekolah ini disambut baik oleh orangtua siswa. Karena jaraknya lebih dekat,” paparnya.

Dia menjelaskan, SMPN 3 yang berdiri sejak 2010 awalnya tidak memiliki lahan dan gedung sekolah. Bahkan, untuk kegiatan belajarnya pun harus numpang dan berpindah-pindah ke sekolah yang lain hingga 2014.

Akibat sekolah yang ditumpanginya sudah tidak mempu menampung siswa SMPN 3, maka atas desakan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung Barat untuk secepatnya mencari lahan sekolah. Walhasil, lahan bekas peternakan ayam miliknya dijadikan tempat belajar dengan menggunakan anggaran 2015.

”Akhirnya ide untuk merenovasi kandang ayam milik keluarga saya ini diajukan ke pemkab dan akhirnya sambil berjalan kami membangun tiga kelas,” ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, dari luas lahan 3.426 meter persegi, baru tiga ruang kelas yang sedang dibangun dan masih kurang 13 ruang kelas untuk menampung 370 siswa yang ada saat ini. ”Aset pemkab baru tiga kelas yang dibangun, sisanya masih aset saya dan keluarga saya, karena baru tanahnya yang dibeli, tidak dengan gedung dan kandang ayamnya,” ujarnya.

 

Sumber :

https://sam-worthington.net/soal-teks-prosedur/