Kenali Quarter Life Crisis, Hadapi Berbagai Tekanan di Usia 20-an

Kenali Quarter Life Crisis, Hadapi Berbagai Tekanan di Usia 20-an

Kenali Quarter Life Crisis, Hadapi Berbagai Tekanan di Usia 20-an

Kenali Quarter Life Crisis, Hadapi Berbagai Tekanan di Usia 20-an
Kenali Quarter Life Crisis, Hadapi Berbagai Tekanan di Usia 20-an

Quarter life crisis merupakan hal yang seringkali didengar bila membahas mengenai krisis

yang sering dialami oleh para remaja dan dewasa muda usia 19 hingga usia 39 tahun.

Menurut Endang R. Surjaningrum, M App Psych Psikolog, biasa dipanggil Endang, usia tersebut merupakan fase transisi dari remaja ke dewasa muda sehingga biasanya seseorang pada usia tersebut akan rentan mengalami tekanan.

“Setiap perubahan fase perkembangan akan mengakibatkan ketegangan bagi seseorang. Karena tiap fase perkembangan orang akan mendapatkan tuntutan atau harapan dari lingkungan sekitarnya sesuai dengan tahapan perkembangannya,” jelas Endang.

Memasuki fase dewasa muda, biasanya seseorang diharapkan semakin mandiri dalam banyak hal.

Kemudian, mulai merasa memiliki otonomi atas diri sendiri dan bertanggung jawab terhadap apa yang dipilihnya. Serta ketika diberi tanggung jawab, maka diharapkan dia bisa memenuhi tanggung jawab tersebut.

Permasalahannya adalah tidak semua orang memiliki kesiapan untuk menghadapi tuntutan tersebut. Beberapa orang pada usia tersebut mungkin masih belum memiliki pekerjaan tetap, atau jika memiliki pekerjaan tetap namun gajinya tidak begitu besar sehingga merasa belum mandiri dalam aspek finansial.

Beberapa orang mungkin dituntut untuk segera menikah. Sementara dia dan pasangannya merasa belum

siap baik secara mental ataupun materinya. Dan berbagai tuntutan lainnya. Sehingga mengakibatkan ketegangan secara emosi pada diri individu tersebut.

“Saya pikir itu yang mengakibatkan ketegangan secara emosi. Belum lagi pada usia tersebut, kematangan emosi belum stabil. Sehingga seseorang mudah sekali terpicu oleh faktor di luar,” terangnya.

 

Baca Juga :