Siswa MAN 2 Pekanbaru Raih Emas di Ajang “World Invention Competition & Exhibition 2019”

Siswa MAN 2 Pekanbaru Raih Emas di Ajang World Invention Competition & Exhibition 2019

Siswa MAN 2 Pekanbaru Raih Emas di Ajang “World Invention Competition & Exhibition 2019”

Siswa MAN 2 Pekanbaru Raih Emas di Ajang World Invention Competition & Exhibition 2019
Siswa MAN 2 Pekanbaru Raih Emas di Ajang World Invention Competition & Exhibition 2019

Terlihat Ustadz Abdul Somad (UAS) mengisi Seminar Moderasi Islam di Masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia (UII), Sabtu (12/10/2019). Sesuai perkiraan, peserta seminar UAS membeludak.
Berita Terkait
Xiaomi Siap Kembangkan Smart Pesantren
PGRI Respon Positif Kebijakan Menag Hapus Materi Khilafah di Buku Agama Islam
Pemerintah China Menawarkan Beasiswa untuk Santri Indonesia

Kabar kedatangan UAS saja sudah disambut begitu banyak masyarakat sekitar.

Bahkan, antrean kendaraan roda empat di jalan masuk Kampus Terpadu UII sudah terlihat sejak mendekati masuk waktu Dzuhur.

Beragam usia terlihat menghadiri acara tersebut, mulai dari anak-anak muda, orang-orang tua, sampai keluarga-keluarga yang membawa lengkap anak-anaknya ada. Semua tampak antusias menunggu kedatangan sosok dai kondang tersebut.

Usai sholat dzuhur, masyarakat sudah memenuhi hampir setiap lantai di Masjid Ulil Albab. Jamaah laki-laki di lantai dua, jamaah perempuan di lantai tiga dan yang melihat lewat layar di lantai satu.

UAS pun memasuki ruang utama masjid pada jam 12.50 WIB, 10 menit

lebih awal waktu undangan. Dosen UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) itu datang didampingi Rektor UII Fathul Wahid dan moderator Nurkholis.

Saat mengisi seminarnya, Rektor UII Fathul Wahid mengingatkan, UII didirikan sebagai salah satu hasil musyawarah Masyumi di Jakarta. UII didirikan pada 8 Juli 1945, 40 hari sebelum kemerdekaan Indonesia.

Waktu itu, pendiri-pendiri UII merupakan pula pendiri-pendiri bangsa. Inilah yang menjadi bibit kesuksesan UII sampai hari ini merawat nilai-nilai keislaman dan nilai-nilai kebangsaan atau keindonesiaan.

“Sehingga nilai-nilai kebangsaan dan nilai-nilai keislaman dipadukan

, seperti semangka yang hijau luarnya tapi ketika dibuka merah putih hatinya,” tutur Fathul, Sabtu, 12/10/19.

Karena terlalu padatnya, empat saf jamaah perempuan yang seharusnya ada di lantai tiga harus dipindah ke sebelah barat lantai dua. Lalu, bagian selatan lantai tiga akhirnya diisi jamaah laki-laki yang berdiri.

Tidak seperti ceramah-ceramah biasa, kali ini UAS memberikan materi memang selayaknya pengisi seminar. Menggunakan bantuan power point, materi-materi yang disampaikan memang tampak lebih serius.

Walau begitu, seperti biasa, UAS memang lihai menyisipkan candaan-candaan dalam penyampaiannya. Bahkan, sambil bercanda, UAS mengaku bingung seharusnya seperti apa menyampaikan materi agar orang puas.

“Beginilah kalau serius, nanti kalau bercanda dibilang halah UAS sebenarnya tidak pintar-pintar amat itu, jadi saya harus gimana,” ungkap UAS, yang diikuti tawa seisi ruang utama Masjid Ulil Albab.

 

Sumber :

https://my.bankstreet.edu/ICS/Campus_Life/Campus_Groups/Learning_Through_Collaboration/Student_Papers_and_Projects.jnz?portlet=Student_Discussion&screen=PostView&screenType=change&id=8762e50d-62bf-4c2b-98e4-02bfe7848e1e