Biaya Hidup(ku) di Bandung

Biaya Hidup(ku) di Bandung

Biaya Hidup(ku) di Bandung

Biaya Hidup(ku) di Bandung
Biaya Hidup(ku) di Bandung

Murid kelas 3 SMA sekarang pasti dalam masa – masa penantian. Menunggu hasil UAN yang baru kemarin berlangsung dan yang paling dinanti adalah tentang SPMB atau Ujian Saringan Masuk lainnya yang kawan – kawan ikuti. Hayooo sudah menentukan pilihan belum, mau melanjutkan kuliah dimana??

Sudah seminggu belakangan ini saya memperhatikan halaman statistik, dan ternyata banyak yang kesasar ke blog ini melalui kata kunci : “Biaya hidup di Bandung”; “kuliah di Bandung”; “Biaya kuliah di Bandung”; “kehidupan mahasiswa Bandung” dan masih banyak rangkaian kata lain yang digunakan di mesin pencari. Sayangnya saya belum pernah memposting tentang hal – hal tersebut, ntah berapa korban yang mampir kesini tapi tidak mendapat apa yang mereka cari.

Yush.. baiklah, memenuhi request *halah* saya mau berikan sedikit gambaran bagaimana kehidupan mahasiswa di Bandung khususnya soal biaya dan ini saya alami sendiri. Setelah memasuki tahun ke 3, beginilah yang saya rasakan… hidup ala mahasiswa yang jauh dari orang tua. :mrgreen:

1. “Sewa kamar / kost”

Harganya tentu saja bisa bervariasi, dilihat dari ukuran kamar, jarak ke kampus, fasilitas – fasilitas yang ditawarkan (internet, tv kabel, dll). Kamar saya ukurannya sedang cukup untuk tempat tidur, 2 meja (meja tulis & meja komputer), 2 lemari (baju & buku), space kosong yang cukup, fasilitas internet 24 jam. Per bulan yang harus saya bayar Rp. 620.000,- (410rb kamar + 210 inet).

Rata2 untuk ukuran kamar 2,5 x 3m sekitar Rp.250.000 – Rp.300.000 (biasanya kamar mandi diluar). Ukuran kamar diatas itu Rp.400.000 – Rp.750.000. Penting buat ditanya ke penjaga kost, apakah harga kamar itu sudah termasuk biaya listrik atau belum. Karena ada yang mengenakan Rp.15.000,- per alat elektronik yang dibawa. Ada juga tempat kost yang harga sewa kamarnya selangit… bisa mencapai Rp.1.000.000 – Rp.1.500.000 😯 biasanya lokasi dekat dengan kampus, di daerah belakang kampus Unpad yang rumahnya gede2 tuh biasanya,atau tempat kost yang terlihat seperti flat (istilahnya Kost Sangkar Burung) jumlah kamarnya banyak dan tempat parkir yang lumayan luas. Daerah kost anak Unpad biasanya di Depan Monumen DU, Sekeloa, Belakang kampus, Cisitu, Tubagus Ismail. Anak ITB biasanya di Cisitu, Tubagus Ismail, Pelesiran. Anak Unpar di Jl. Ciumbeuleuit, dan Jl. Bukit Jarian (Hooo daerah sini mahal2). Oh ya.. jangan lupa perhatikan lingkungan sekitar… saya sarankan ambil di daerah Sangkuriang-Cisitu (Kompleks Dosen ITB.. tempatku :mrgreen: ),dan Tubagus Ismail untuk anak Unpad & ITB… meskipun harus naik angkot lagi untuk ke kampus, tapi lingkungannya lumayan baik. Kalau daerah Monumen DU, Sekeloa, Pelesiran..huumm gimana yaa… harus lihat sendiri deh.

2. “Biaya Makan”

Mahasiswa identik dengan hidup serba ngirit. Tapi untuk urusan makan harus punya budget yang sebaiknya jangan diirit – irit. Makan 3x sehari, yang bergizi 5 sehat 4 sempurna” lho?? dan harus bersih, karena banyak mahasiswa Bandung yang sakit tifus & diare gara2 ini. Kalau ke dokter, pasti dokternya senyum2 sambil bilang “ini penyakit mahasiswa niy, makannya nggak bersih ya?”. Kebetulan di tempat kost saya bisa ikut makan didalam, jadi tidak perlu repot cari makan diluar. Mba Sumini selalu on time kalau urusan masakan dan selalu banyak variasi, komplit deh setiap hari pasti ada Nasi (pastilah), lauk, Sayur, n kerupuk (hee ini pelengkap). Biaya makan di kost untuk 1 bulan, bebas mau makan berapa kali saya mengeluarkan Rp.300.000,- bisa dikurangi kalau kita lagi liburan (baca: pulang).

Hanya saja… jarang ada kost2an yang juga menyediakan makan di dalam, belum lagi kalau saya tidak sempat pulang untuk makan siang,atau kalau lagi bosen masakan rumah, saya makan disekitar kampus. Untuk sekali makan setidaknya antara Rp.6.000 – Rp. 8.000 (kalau makan di wr.tenda atau kantin). Saya dan kawan2 sering juga makan di Mambo (jl. Imam Bonjol) semacam food court sederhana, biasanya sekitar Rp.10.000 – Rp.20.000,- makanannya ada Mie Yamin, Lomie, Batagor, Pempek, Es Pa Oyen, Clemmons, Ayam Taliwang, dll. Jadi terpaksa siapkan budget tambahan Rp.250.000. (Total untuk biaya makan per bulan yaitu Rp.550.000,- ) Standar teman2 saya untuk makan dalam sehari biasanya Rp.20.000 jadi untuk sebulan yaitu Rp.600.000,-

3. “Ongkos Transportasi”

Beruntunglah yang ke kampus dekat, tinggal loncat jalan kaki, bagi yang harus naik angkot siapkan budget untuk transport. Angkot di Bandung masih lebih murah kalau dibandingkan di Jakarta atau Bogor sekalipun. Untuk jarak dekat cukup bayar Rp.1000, kalau lumayan jauh Rp.1500-Rp.2000, dan untuk jarak Jauh bisa Rp.3000an. Saya menyiapkan budget untuk transport dalam sehari antara Rp.5000 – Rp.8000 karena saya harus ke tempat les yang cukup jauh dari rumah. Jadi dalam sebulan kurang lebih Rp.250.000 untuk transport. Naahh yang bawa kendaraan… saya belum bisa kasih gambaran, karena saya tidak bawa kendaraan.

4. “Keperluan Kuliah & Keperluan Bulanan”

Kalau ini tergantung dari jurusan yang kita ambil. Kebetulan saya bukan dari jurusan yang tugas kuliahnya mengeluarkan banyak biaya. Anak hukum, paling2 juga buat fotokopi + jilid, ke rental, print, beli kertas, jadi budget untuk ini cukup sediakan Rp.150.000 dan biasanya malah sisa banyak. Lain lagi dengan anak teknik atau desain.. teman2 kost saya semuanya anak ITB Seni Rupa, wuuuiih kalau sekali bikin tugas macam2 bahannya, alatnya, pokoknya mahal deeh, jurusan Arsitek yang lagi ngambil studio apalagi.. karena harus bikin maket dan nge print dalam ukuran bueesaaar. Mereka bilang siy punya budget sekitar Rp.400.000 – Rp.500.000. Untuk keperluan bulanan, saya sediakan budget Rp.100.000. Huuum tapi… untuk urusan belanja bulanan ini saya lebih suka belanja kalau lagi ada orang tua berkunjung.. he he.. bisa memenuhi keranjang tanpa pusing selisih harga.. 😆 *forgive me papa-mama*

5. “Lain – lain…: Les / Kursus, Jalan2…”

Daripada bosen kuliah sehari cuma 2-5 jam, bolak-balik Kost & Kampus, lebih baik manfaatkan waktu luang dengan ikut les / kursus atau kegiatan yang bisa menambah nilai +plus+… Karena di Bandung itu kota mahasiswa, jadi banyak tempat kursus sampai travel yang memberikan harga khusus untuk mahasiswa. Saya sendiri mengambil les Bhs. Inggris di LBPP-LIA dan Bhs. Jepang di JLCC. Biayanya terjangkau, dan dibayarkan perpaket (per tingkat). Untuk Kelas TOEFL di LIA dengan masa belajar 3 bulan yaitu Rp.850.000,- dan Bhs. Jepang Rp.575.000 masa belajar 4 bulan (jadi rata2 perbulan Rp.350.000)

Kita juga butuh refreshing… dan untunglah Bandung sangat mendukung dalam hal ini. Banyak tempat2 yang OK buat jalan dan sekedar window shopping. Ada Ciwalk, Paris van Java, dll… kalau ada film bagus, kita selalu pilih antara hari senin – kamis biar dapet “no-mat”. Budget untuk ini… Rp.100.000 saja (awaaas over budget!!)

Jadi kalau ditotal semuanya… biaya hidup(ku) di Bandung itu….

Rp.620+Rp.300+Rp250+Rp.250+Rp.150+Rp.100+Rp.350+Rp.100 =

“Rp. 2.120.000”

Catatan : Belum termasuk bayaran kuliah per semester… karena bervariasi juga.. malah di Fakultas saya tiap tingkat bayarannya semakin menurun. Dan sekali lagi… biaya hidup di Bandung ini tergantung dari jarak tempat tinggal, kegiatan, dan keperluan kuliah lainnya

Sumber : https://dunebuggyforsale.org/fruit-cube-blast-apk/