SASTRA MELAYU KLASIK

SASTRA MELAYU KLASIK

SASTRA MELAYU KLASIK

SASTRA MELAYU KLASIK
SASTRA MELAYU KLASIK

Perbedaan sastra Melayu klasik dan sastra baru

Sastra Melayu klasik/lama :

Puisi berbentuk terikat dan kaku
Bersifat statis
Cerita berkisah kerajaan,istana sentris, bersifat feodal
Bentuknya hikayat, tambo, dongeng, pembaca dibawa ke alam khayal
Dipengaruhi kesusastraan Hindu dan Arab
Cerita sering bersifat anonym
Sastra baru :

Puisi bersifat bebas, baik bentuk maupun isi
Bersifat dinamis
Cerita seputar masyarakat sentris ( kehidupan masyarakat sehari-hari)
Bentuknya roman, novel, cerpen, kisah, drama, berlandaskan pada dunia yang nyata
Dipengaruhi oleh kesusastraan barat
Diketahui siapa pengarangnya karena dinyatakan dengan jelas
Jenis-jenis karya sastra melayu klasik/lama :

mantra (puisi yang berisi dunia gaib)
pantun
pantun berkait/seloka (setiap bait saling berkaitan )
talibun (pantun yang berisi enam,delapan,sepuluh baris)
pantun kilat/karmina (pantun dua baris)
gurindam/sajak peribahasa (pantun berisi dua baris)
syair
peribahasa
teka-teki
hikayat
cerita sejarah/tambo
dongeng (mite,sage,fabel,legenda,dongeng lucu)
Nilai-nilai karya sastra Melayu klasik :

Nilai budaya
Nilai yang berhubungan dengan budaya melayu.

2. Nilai moral

Nilai yang berhubungan dengan masalah moral.

3. Nilai agama

Nilai yang berhubungan dengan masalah keagama

4. Nilai pendidikan

Nilai yang berhubungan dengan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang/kelompak orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan

5. Nilai psikologis

Nilai yang berhubungan dengan sifat kejiwan manusia.

6. Nilai sosial

Nilai yang berhubungan dengan kehidupan di dalam masyarakat.

HIKAYAT

Hikayat adalah cerita pelipur lara yang sulit diterima akal dan merupakan cerita rekaan, tetapi memiliki pesan dan amanat bagi pembacanya

CIRI-CIRI HIKAYAT

Berisi kisah – kisah kehidupan lingkungan istana (istana sentris)
Banyak peristiwa yang berhubungan dengan nilai – nilai Islam
Nama – nama tokoh dipengaruhi oleh nama – nama Arab
Ditemukan tokoh dengan karakter diluar batas kewajaran karakter manusia pada umumnya
Tidak ada`pembagian bab atau judul
Juru cerita tidak pernah disebutkan secara eksplisit (anonim)
Sulit membedakan peristiwa yang nyata dan peristiwa yang imajinatif
Banyak menggunaka kosakata yang kini tidak lazim digunakan dalam komunikasi sehari – hari (sahibul hikayat, menurut empunya cerita, konon)
Seringkali menggunakan pernyataan yang berulang – ulang
Peristiwa seringkali tidak logis
Sulit memahami jalan ceritanya
UNSUR INTRINSIK HIKAYAT :

TEMA
AMANAT
ALUR
PENOKOHAN
SETTING
SUDUT PANDANG
Hikayat dapat dibedakan atas :

Hikayat melayu asli (Cth : Hikayat si miskin)
2. Hikayat Jawa (Cth : Hkayat panji sumirang)

3. Hikayat India (Cth : Hikayat Ramayana)

4. Hikayat Arab (Cth : Hikayat Amir Hamzah)

Sumber : https://pesantrenkilat.id/jadi-penulis/