Jenis-Jenis Konjungsi

Jenis-Jenis Konjungsi

Jenis-Jenis Konjungsi

Jenis-Jenis Konjungsi

  • Kata Penghubung Koordinatif

Kata penghubung koordinatif ialah kata penghubung yang berfungsi menghubungkan kata dengan kata atau kalimat dengan kalimat, dimana kata atau kalimat yang dihubungkannya memiliki kedudukan setara/sederajat, contohnya: dan, serta, atau dll.

 

  1. Ibu sedang masak dan ayah sedang tidur.
  2. Ia membeli buku, pulpen, pensil serta penggaris.
  3. Saya biasanya pergi dengan sepeda atau angkutan umum.

  • Kata Penghubung Subordunatif

Kata penghubung subordinatif ialah kata penghubung yang berfungsi menghubungkan kata dengan kata atau kalimat dengan kalimat, dimana kata atau kalimat yang dihubungkannya memiliki kedudukan yang tidak setara/tidak sederajat. Contohnya ketika, sejak, yang, agar, supaya, dll. Contoh penggunaannya:

  1. Saja terjatuh ketika dalam perjalanan.
  2. Ibu selalu memilih sayur yang masih segar.
  3. Kamu harus rajin belajar agar sukses.

  • Konjungsi Korelatif

Adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, fraa atau klausa ; dan kedua unsur itu memiliki status sintakis yang sama. Konjungsi korelatif terdirir atas dua bagian yang dipisahkan oleh salah satu kata, frasa, atau klausa yang dihubungkan.

     Baik ……maupun….(maupun)..

     Tidak hanya….,tetapi (..)juga…

     Demikian (rupa)….sehingga…

     Apa(kah)…atau…

     Entah…entah…

     Jangankan….pun…


Perhatikan contoh berikut ini.

  1. Baik Pak Anwar maupun istrinya tidak suka merokok
  2. Tidak hanya kita harus setuju, tetapi kita juga harus patuh.

  • Konjungsi Antarkalimat

Berbeda dengan konjungsi di atas, konjungsi antarkalimat menghubungkan kalimat satu dengan kalimat yang lain. Karena itu, konjungsi macam itu selalu memulai suatu kalimat yang baru dan tentu saja huruf pertamanya ditulis dengan huruf kapital. Berikut contoh penggunaan konjungsi antarkalimat.

  • Biarpun demikian/ begitu sekalipun demikian/ begitu sesungguhpun demikian / begitu walaupun demikian.
  • Meskipun demikian / begitupun kemudian, sesudah itu, setelah itu, selanjutnya.
  • Tambahan pula, lagi pula, selain itu.
  • Sesungguhnya, bahwasannya.
  • Malah(an), bahkan.
  • Kecuali itu.
  • Dengan demikian.
  • Oleh karena itu, moleh sebab itu.
  • Sebelum itu.

Cotoh dalam kalimat:

  • Kami tidak sependapat dengan dia. Kami tidak menghalanginya.

Kami tidak sependapat dengan dia. Biarpun begitu, kami tidak menghalanginya.

  • Mereka berbelanja ke Gelodok. Mereka ke saudaranya ke Ancol.

Mereka belanja ke Geldok. Sesudah itu, mereka pergi ke saudaranya di Ancol.


  • Konjungsi Antarparagraf

Jika konjungsi antarkalimat menghubungkan dua kalimat dan mellalui suatu kalimat baru, konjungsi antarparagraf pada umunya memulai pada sautu paragraph. Hubungannya dengan paragraph sebelumnya berdasarkan makna yang terkandung pada paragraph sebelum itu. Konjungsi pada kelompok (1) berikut ini masih sering dipaikai, sedangkan yang ada pada kelompok (2) umumnya terdapat pada naskah sastra yang lama.

  • Adapun, akan hal, mengenai, dalam pada itu.
  • Alkisah, arkian, sebermula, syahdan.

Contoh pada kalimat:

  1. Adapun terbongkarnya rahasia bahwa di bawah pohon itu tersimpan harta karun, bermula dari cerita Pak Kisah yang pernah menjadi pembantu raja dan turut menanam harta tersebut beberapa puluh tahun yang lalu.
  2. Akan hal lamarannya menjadi salah seorang guru di Sekolah Dasar Impres Raya ini telah kami bicarakan pada rapat guru minggu lalu.
  3. Syahdan maka pada suatu hari datanglah seorang laki-laki tua yang bungkuk dan sangat mengerikan ke istana raja dan mengemukakan niat untuk melamar putri dari raja tersebut.
  4. Sebermula pada zaman dahulu itu datanglah malapetaka yang dahsyat memusnahkan penduduk daerah ini denga air yang bah ganas, dan setelah itu orang menamai daerah itu “kelenglengen” yang bermakna “tenggelam” atau “terbenam”.

Baca Juga :