Pembelajaran Efektif

Pembelajaran Efektif

Pembelajaran Efektif

Pembelajaran efektif adalah pembelajaran yang menuntut keterlibatan siswa secara aktif. karena mereka merupakan pusat kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi. Peserta didik harus didorong untuk menafsirkan  yang diberikan oleh guru sampai informasi tersebut dapat diterima oleh akal sehat. Dalam pelaksanannya , hal ini memerlukan proes pertukaran pikiran, diskusi dan perdebatan dalam rangka pencapaian pemahaman yang sama terhadap materi standar.

Pembelajaran Efektif

Pembelajaran dikatakan efektif apabila mampu memberikan pengalaman baru, dan membentuk kompetensi  siswa, serta telah mencapai tujuan pendidikan. Tujuan yang diinginkan dalam pembelajaran itu mencakup pada penguasaan IPTEKS sebagai bahan ajar, pembentukan keterampilan/ kemampuan belajar yang lebih efektif dan efisien (belajar mengenai bagaimana cara belajar), bahkan pembentukan kemampuan meta-kognisi (kemampuan pengendalian proses kognitif itu sendiri). Efektifitas pembelajaran akan terlihat pada perubahan perilaku (kognitif, afektif, psikomotorik) yang relative tetap seperti yang telah dituliskan sebagai tujuan pembelajaran/indikator/kompetensi dalam kurikulum SD/MI.

Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang mendidik secara serentak yang dapat memenuhi dua sisi penting dari tujuan pendidikan di sekolah, yakni (1) memiliki/ menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni( IPTEKS ). Dan (2) membangun diri pribadi sebagai pemanggung eksistensi manusia. Dengan demikian pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang mendidik secara serentak mengembangkan jati diri (kepribadian) siswanya, serta membantu siswanya untuk memiliki IPTEKS. (Masitoh dan Laksmi dewi : 2009).

Untuk mencapai pembelajaran yang efektif yaitu dengan cara melibatkan siswa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Pembelajaran efektif perlu ditunjang oleh suasana yang kondusif dan lingkungan belajar yang memadai. Oleh karena itu guru harus mampu mengelola tempat belajar dengan baik, mengelola peserta didik, mengelola kegiatan pembelajaran, mengelola isi/materi pembelajaran, dan mengelola sumber-sumber belajar.

  1. Pembelajaran Menyenangkan

Pembelajaran menyenangkan (joyfull instruction) merupakan suatu proses pembelajaran yang didalamnya memuat kohesi yang kuat antara pendidik dengan peserta didik, tanpa ada rasa terpaksa atau tertekan (not under pressure).Dengan kata lain pembelajaran menyenangkan adalah adanya pola yang baik antara guru dengan peserta didik dalam proses pembelajaran. Guru posisinya sebagai mitra belajar peserta didik, bahkan dalam hal tertentu tidak menutup kemungkinan guru belajar dari peserta didiknya.

Pembelajaran yang menyenangkan merupakan pembelajaran yang di desain sedemikian rupa sehingga memberikan suasana penuh keceriaan, menyenangkan, dan yang paling utama, tidak membosankan kepada peserta didik. Suasana seperti ini akan membuat peserta didik lebih fokus pada kegiatan pembelajaran di kelasnya dan perhatian peserta didik lebih tinggi sehingga meningkatkan hasil belajarnya. Pembelajaran yang menyenangkan harus di dukung oleh keamanan lingkungan, relevansi bahan ajar, serta jaminan bahwa belajar secara emosional akan memberikan dampak positif.

Pembelajaran akan menyebnangkan manakala secara sadar pikiran otak kiri dan kanan, menantang peserta didik untuk berekspresi dan berpikir jauh ke depan, serta meng konsolidasikan bahan yang sudah dipelajari dengan meninjau ulang dalm periode-periode yang lebih santai. Kesenangan belajar bukan hanya karena lingkungan belajar yang menggairahkan,tetapi juga karena terpenuhinya hasrat ingin tahu (need achievement) peserta didik. Pembelajaran yang menyenangkan memerlukan dukungan pengelolaan kelas serta penggunaan media pembelajaran, alat bantu dan sumber belajar yang tepat. Pembelajaran yang menyenangkan juga dapat tercipta karena proses pembelajaran disesuaikan dengan karkteristik siswa,( seperti: kongkret, holistik, manipulatif dll), dengan menerapakan pendekatan CBSA dan pendekatan keterampilan proses. (Masitoh dan Laksmi dewi : 2009).

Untuk mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan, guru harus mampu merancang pembelajaran, dengan baik, memilih materi yang tepat, serta memilih dan mengembangkan strategi yang dapat melibatkan peserta didik secara optimal. Salah satu upaya untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan adalah dengan menggunakan permainan edukatif (belajar sambil bermain) karena dengan metode ini, terdapat keselarasan damn keseimbangan antara aspek menyenangkan dan aspek pencapaian tujuan pembelajaran.

sumber :

https://okabawes.co.id/kinemaster-pro/