Akuntabilitas


Table of Contents

Akuntabilitas

Akuntabilitas mengacu pada kesesuaian antara aturan dan pelaksanaan kerja. Semua lembaga mempertanggungjawabkan kinerjanya sesuai aturan main baik dalam bentuk konvensi (de facto) maupun konstitusi (de jure), baik pada level budaya (individu dengan individu) maupun pada level lembaga. Akuntabilitas harus dapat diukur dan dipertanggungjawabkan melalui mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan semua kegiatan.

  1. Transparansi

Transparansi adalah prinsip yang mengharuskan semua proses kebijakan dilakukan secara terbuka, sehingga segala bentuk penyimpangan dapat diketahui oleh public. Transparansi menjadi pintu masuk sekaligus kontrol bagi seluruh proses usaha. Dalam bentuk yang sederhana, transparansi mengacu pada keterbukaan dan kejujuran untuk saling menjunjung tinggi kepercayaan.

  1. Keadilan

Prinsip keadilan ditujukan untuk mencegah terjadinya manipulasi (ketidakwajaran) dalam penganggaran, baik dalam bentuk mark up maupun ketidakwajaran lainnya. Terdapat lima langkah penegakan keadilan: (1) Komprehensif dan disiplin, yaitu mempertimbangkan keseluruhan aspek, berkesinambungan, taat asas, prinsip pembebanan, dan pengeluaran yang tidak melampaui batas. (2) Fleksibilitas, yaitu adanya kebijakan untuk efisiensi dan efektivitas. (3) Terprediksi, yaitu ketetapan dalam perencanaan atas dasar asas value for money dan menghindari deficit dalam tahun anggaran berjalan. Anggaran yang terprediksi merupakan cerminan dari adanya prinsip keadilan di dalam proses perencanaan pembangunan. (4) Kejujuran, yaitu adanya bias perkiraan penerimaan maupun pengeluaran yang disengaja, yang berasal dari pertimbangan teknis maupun politis. Kejujuran ialah bagian pokok dari prinsip keadilan.

Selanjutnya yang tidak kalah penting untuk menjadi wirausaha yang berkarakter ialah dengan pro produk dalam negeri atau meningkatkan penggunaan produk dalam negeri. Menurut Artikel Bela Negara (2012), bangsa ini tidak akan pernah maju, kalau generasinya tidak mau peduli. Bangsa ini tidak akan besar kalau generasinya tidak punya kreativitas, dan bangsa ini tidak akan berkembang kalau generasinya masih ketergantungan dengan produk luar negeri. Saatnya Indonesia bangkit. Itulah cita-cita genarasi muda ketika meneriakan reformasi. Usia reformasi sudah berjalan 10 tahun, namun kita belum beranjang dari persoalan ekonomi. Persoalannya adalah, karena kita kalah bersaing dan kita sendiri masih mencintai produk luar negeri. Untuk itu, mari kita mulai mencintai produk dalam negeri.

sumber :
https://www.mutumed.co.id/sky-explorers-apk/