Biosensor untuk Tingkatkan Kemampuan Bertempur para Tentara


Biosensor untuk Tingkatkan Kemampuan Bertempur para Tentara

Biosensor untuk Tingkatkan Kemampuan Bertempur para Tentara

Biosensor untuk Tingkatkan Kemampuan Bertempur para Tentara
Biosensor untuk Tingkatkan Kemampuan Bertempur para Tentara

MILITER Amerika Serikat (AS) tengah menciptakan biosensor

yang membuat perangkat tempur lebih peka terhadap penggunanya.

Menurut laporan yang dimuat di Defense One pekan ini, program canggih AS itu diyakini dapat meningkatkan kemampuan bertempur para tentara secara signifikan.

Bahkan, proyek tersebut digadang-gadang bakal menjadi pintu masuk untuk menciptakan tentara yang dirancang secara genetik.

Pada 2020, Navy SEALS dan Army Rangers AS disebut akan

memanfaatkan exoskeleton untuk operasi target-target utama.

Exoskeleton ialah alat yang berbentuk pakaian tambahan yang bisa dikendalikan dengan sensor dan gerakan otot pemakainya.

Manfaatnya tidak hanya untuk melindungi, tapi juga bisa meningkatkan kemampuan penggunanya seperti tingkat kewaspadaan, stres, dan kebugaran.

Biosensor tersebut dirancang untuk meneliti kerja tubuh pada tingkat molekuler saat tentara bertempur.

Menurut rencana, pengembangan senjata juga akan didesain

secara spesifik sesuai si pengguna.

Militer AS dilaporkan bakal terus mencari cara untuk meningkatkan performa tentara memanfaatkan data biologis tentara pada level genetik.

Baca Juga :