Faktor yang Mempengaruhi Kelangkaan Beras


Faktor yang Mempengaruhi Kelangkaan Beras

Kelangkaan adalah kondisi di mana kita tidak mempunyai cukup sumber daya untuk memuaskan semua kebutuhan kita. Dengan singkat kata kelangkaan terjadi karena jumlah kebutuhan lebih banyak dari jumlah barang dan jasa yang tersedia. Kelangkaan bukan berarti segalanya sulit diperoleh atau ditemukan. Kelangkaan juga dapat diartikan alat yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan jumlahnya tidak seimbang dengan kebutuhan yang harus dipenuhi. Faktor yang mempengaruhi kelangkaan beras meliputi :

Mahalnya harga pupuk

      Pada saat-saat sekarang ini, harga pupuk semakin melambung tinggi. Khususnya pupuk kompos dan pupuk kandang. Hal tersebut semakin mempersulit para petani untuk mendapatkan panen yang maksimal. Kebanyakan dari mereka, khususnya petani-petani yang berkapital kecil, mereka hanya mampu membeli pupuk buatan yang kurang bernutrisi untuk tanaman. Hal tersebut tentu mengurangi hasil produksi panen sehingga harga beras tetap tinggi meskipun musim panen.

  1. Perubahan musim yang tidak stabil

       Perubahan musim yang tidak stabil sangat mempengaruhi hasil produksi panen. Pada waktu musim hujan, khususnya jika bertepatan dengan panen, seringkali terjadi kerusakan tanaman padi, misalnya robohnya tanaman padi karena hujan yang sangat lebat. Demikian juga pada waktu musim kemarau, sawah-sawah kekeringan karena kekurangan air, dan hama tikus melanda, serta banyak lagi hama-hama yang lain. Hal tersebut tentu menghambat lancarnya panen sehingga harga beras tetap melambung.

  1. Banyaknya lahan pertanian (sawah) yang dijadikan bangunan

       Di zaman yang modern ini, pembangunan-pembangunan semakin meningkat. Hal tersebut dipicu oleh meledaknya jumlah penduduk yang tidak terkendali, serta perkembangan tekhnologi yang semakin canggih. Setiap individu pasti membutuhkan tempat tinggal, sehingga karena sempitnya lahan / wilayah dan meledaknya jumlah penduduk, maka banyak lahan-lahan pertanian yang dijadikan pemukiman atau bangunan-bangunan yang lain sehingga hal tersebut sangat mengurangi hasil panen.

  1. Keterlambatan panen

       Keterlambatan panen disebabkan oleh banyaknya penghambat. Diantaranya kurang pemupukan, kurang pengairan, perawatan, dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut sangat berdampak pada kelancaran panen. Harusnya satu tahun bisa panen tiga kali, ternyata hanya dua kali panen. Untuk menanggulangi masalah tersebut, perlu juga adanya kesadaran masyarakat khususnya para petani untuk lebih giat melaksanakan tugasnya sebagai petani.

Pemerintah wajib mengamankan stok cadangan beras nasional untuk mengantisipasi berbagai kemungkinanan terburuk, seperti perang, bencana hingga konflik sosial. Antisipasi selalu diperlukan agar negara tidak terperangkap situasi rawan pangan, apalagi bencana kelaparan.

Ekses fenomena El Nino sudah dirasakan oleh semua orang di berbagai daerah. Terjadi kekeringan atau kemarau panjang, gagal panen, kebakaran hutan, kelangkaan air bersih, hingga ragam gangguan kesehatan.

Sekarang banyak orang mulai khawatir tentang kemungkinan terjadinya kelangkaan bahan pangan di dalam negeri. Apalagi, di pasar kebutuhan pokok, harga juga cenderung tinggi. Kali ini, alasan yang dikemukakan adalah minimnya pasokan akibat kekeringan di daerah produksi.

Menurut BATAM (RIAUPOS.CO) – Kementerian Perdagangan diminta untuk segera buka kran impor untuk memenuhi keperluan pangan di Provinsi Kepulauan Riau. Ketahanan pangan yang ada saat ini di provinsi diperkirakan hanya sanggup dipenuhi untuk keperluan sampai Desember mendatang.
Kelangkaan pangan ini tidak hanya menyangkut beras tetapi juga menyangkut bahan kebutuhan pokok lainnya.Seperti beras, gula dan bahan pangan lainnya.

Menurut Novianta, impor pangan yang diminta untuk ditata kembali atau larangan impor seperti yang tertuang dalam Inpres tahun 2015 beberapa bulan lalu menurut Novi, kurang tepat diberlakukan di Batam. Ia berharap ini segera terealisasi dan kebutuhan pangan di Kepri bisa teratasi.

https://haciati.co/