Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Pakem.


Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Pakem.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan guru dalam melaksanakan pembelajaran PAKEM, antara lain :

  • 1) Memahami sifat yang dimiliki anak.

Ada dua sifat yang pasti dimiliki oleh setiap anak dimanapun, yaitu kesukaan berimajinasi dan rasa ingin tahu yang besar. Guru sebagai pembimbing siswa, harus tau karakteristik kedua sifat dasr itu sebagai modal untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif mereka. Guru bisa melakukan berbagai cara yang (tentunya) dapat membuat siswa senang/merasa dihargai, seperti memuji hasil karyanya, mengajukan pertanyaan yang menanatang, atau mendorong siswa untuk melakukan percobaan.

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Pakem.

  • 2) Mengenal anak secara perorangan.

Setiap siswa tentunya memiliki karakteristik yang berbeda. Tak terkecuali dalam hal pembelajaran. Ada siswa yang memiliki kemaampuaan yang tinggi dalaam materi pelajaran, ada siswa juga yang agak lambat dalam menyerap materi pelajaran. Dengan mengemnal kekurangan dan kelebihan dari tiap siswa didiknya, guru bisa merumuskan perlakuan khusus yang harus diberikan kepda setiap siswa. Siswa yang memiliki kemampuan lebih, bisa dimanfaatkan untuk membantu siswa yang lain yang memiliki kemampuan kurang dalam belajar.

  • 3) Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar.

Sebagai makhluk sosial, anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain, perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, anak dapat bekerja berpasangan (berkelompok). Berdasarkan pengalaman, anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun demikian, anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang.

  • 4) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemaampuan memecahkan masalah.

Untuk menghadap hidup setiap orang harus memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah dan memikirkan alternatif-alternatif pemecahan masalah. Hal ini perlu di pupuk semenjak dini, sebagai bekal bagi peserta didik. Guru bisa memanfaatkan dua sifat dasar anak (kemampuan berimajinasi dan rasa ingin tahu yang besar). Untuk memancing siswa agar mengeluarkan daya nalarnya, guru bisa melontarkan pertanyaan dengan jawaban terbuka, misalnya :”Apa yang terjadi saat gerhana matahari?” atau “ apa yang terjadi bila tanaman tidak mendapat sinar matahari?”. Pertanyaan-pertanyaan terbuka semacam ini, akan memicu siswa untuk berpikir kritis dan kreatif demi menemukan pemecahan masalah.

  • 5) Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik.

Ruang kelas sebagai lingkunngan utama tempat berlangsungnya pembelajaran, merupakan salah satu aspek yang harus mendapat perhatian lebih dalam pembelajaran PAKEM. Kelas harus ditata sedemikian rupa agar nyaman dan membuat betah peserta didik. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah memajang hasil karya siswa. Hal ini dapat memberikan motivasi kepada siswa, juga memberikan inspirasi agar berprestasi lebih baik lagi. Selain hasil karya siswa, dinding kelas juga bisa ditempeli oleh beragam media pembelajaran, sperti poster, peta, diagram, alat peraga ,dll. Benda – benda tersebut dapat dijadikan rujukan saat kegiatan pembelajaran.

  • 6) Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.

Salah satu sumber belajar yangsangat kaya bagi kegiatan pembelajaran peserta didik adalah lingkungan, baik itu lingkungan fisik, lingkungan sosial, maupun budaya. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar seringkali membuat anak merasa senang, sehingga materi pelajaran dari lingkungan tersebut,dapat disampaikan dengan efektif. Contohnya, mengamati pertumbuhan tanaman  di perkebunan, melihat cara pengolahan tanaman di pertaniean. Tapi demi efektifitas waktu dan biaya, tak selamanya siswa diajak ke lingkungan tertentu untuk belajar. Guru bisa mengambil salah satu bagian dari lingkungan belajar ke dalam kelas,contohnya membawa contoh tanaman ke dalam ruang kelas,atau membawa foto/gambar dari lingkungan belajar ke dalam kelas.

  • 7) Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar.

Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Selain itu cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas selanjutnya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka.

  • 8) Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental

Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. Keadaan tersebut bukanlah cirri yang sabenarnya dari PAKEM. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baikn yang dating dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan aspek menyenangkan dari stategi PAKEM.

baca juga :