Khoja menjadi gubernur Samarkand menggeser jabatan Timur Lenk


ASAL USUL DINASTI TIMURIYAH

Asal-Usul Dinasti Timuriyah

Dinasti Timuriyah didirikan oleh Timur Lenklahir di dekat Kesh (sekarang Khakhrisyabz, “kota hijau”, Uzbekistan), sebelah selatan Samarkand di Transoxiana, pada tanggal 8 April 1336 M/ 25 Sya’ban 736 H, dan meninggal di Otrar pada tahun 1405 M. Ayahnya bernama Taragai, kepala suku Barlas, keturunan Krachar Noyan yang menjadi menteri dan kerabat Jagatai, putra Jengis Khan[1]. Suku Barlas mengikuti Jagatai mengembara ke barat dan menetap di Samarkand. Taragai menjadi gubernur Kesh. Keluarganya mengaku sebagai keturunan Jenghis Khan.Sejak usia muda, keberanian, dan ketangkasannya yang luar biasa sudah terlihat. Ia sering diberi tugas untuk menjinakkan kuda-kuda liar. Sewaktu berumur 12 tahun, ia sudah terlibat dalam banyak peperangan dan menunjukkan kehebatan serta keberanian yang menjadikan namanya terkenal di kalangan bangsanya.Setelah ayahnya meninggal, sejarah kehebatan Timur Lenk baru dimulai.

Pasca Jagatai wafat masing-masing Amir melepaskan diri dari pemerintahan pusat.

Timur Lenk pada saat itu mengabdikan dirinya kepada Gubernur Transoxiana, Amir Qazghan. Ketika Qzaghan meninggal dunia, datang serbuan dari Tughluq Temur Khan, pemimpin Mighulistan, yang menjarah dan menduduki Transoxiana. Timur Lenk bangkit memimpin perlawanan untuk membela nasib kaumnya yang tertindas. Setelah melihat kehebatan Timur dalam berperang, Tughluq Temur menawarkan jabatan gubernur di negeri kelahirannya, tawaran tersebut diterima Timur Lenk.
Setahun pasca Timur Lenk menjadi gubernur, tepatnya tahun 1361 M, Tugluq Temur mengangkat putranya Ilyas Khoja menjadi gubernur Samarkand menggeser jabatan Timur Lenk sebelumnya. Timur Lenk dijadikan wazir Ilyas Khoja, tentu saja Timur Lenk menjadi murka akibat perlakuan ini. Ia segera bergabung dengan cucu Qazaghan, Amir Husain, untuk melaksanakan pemberontakan. Timur Lenk berhasil mengalahkan Tughluq Temur dan Ilyas Khoja dalam pertempuran.Segera setelah berhasil mengalahkan Tughluq Temur ambisi untuk menjadi raja besar muncul. Ia mempunyai suatu pandangan jika hanya Tuhan yang berkuasa di langit, maka di dunia pun hendaknya satu raja yang berkuasa, yaitu dirinya sendiri. Karena ambisinya tersebut iaberbalik melawan Amir Husain, dalam pertempuran tersebut ia berhasil mengalahkan dan membunuh Amir Husain di Balkh. Pada 10 April 1370 ia menjadikan Samarkand sebagai ibu kotanya, sehingga ia menjadi penerus dari penguasa-penguasa Mongol cabang Chaghatay di Transoxania.Dalam memerintah Timur didukung oleh elite Muslim setempat termasuk Syaikh al-Islam (kepala dewan konsultan Islam) di Samarkand dan kalangan Sufi yang menjadi penasihat spiritualnya. Untuk memerintah imperiumnya, Timur mengangkat beberapa putra dan cucunya sebagai gubernur-gubernur popinsial, tetapi dengan penuh kewaspadaan ia membatasi kekuasaan mereka dengan terus menerus mengadakan pergantian beberapa jabatan gubernur, melantik beberapa jenderal, dan pengumpul pajak yang bertanggung jawab langsung kepadanya, dan dengan melantik waakil-wakil pribadinya (darughas) untuk mengawasi pemerintahan mereka.