Konsep Mutu


Table of Contents

Konsep Mutu

Menurut Edward Sallis, mutu dalam percakapan sehari-hari sebagian besar dipahami sebagai sesuatu yang absolut, misalnya restoran restoran yang mahal dan mobil-mobilan yang mewah.

Sedangkan menurut Joseph Juran, seperti yang dikutip oleh M.N Nasution menyatakan bahwa kualitas adalah kecocokan penggunaan produk (fitness For use) untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan atau kualitas sebagai kesesuaian terhadap spesifikasi.

Meskipun tidak ada definisi mengenai kualitas yang diterima secara universal, dari definisi-definisi yang ada terdapat beberapa kesamaan. Artinya, dalam mendifinisikan mutu/kualitas memerlukan pandangan yang komprehensif. Ada beberapa elemen bahwa sesuatu dikatakan berkualitas, yakni:

  1. Kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan.
  2. Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan.
  3. Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah (apa yang dianggap berkualitas saat ini, mungkin dianggap kurang berkualitas pada saat yang lain).

Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Joseph N. Juran menyatakan bahwa pengertian mutu sangat bergantung dari perspektif yang digunakan dalam membingkai output tersebut.

Ada juga yang menyatakan bahwa kualitas adalah kecocokan penggunaan produk (fitnes for use) untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan atau kualitas sebagai kesesuaian terhadap spesifikasi. Ada pula yang mengemukakan bahwa mutu memiliki lima dimensi, yaitu:

  1. Rancangan desain, sebagai spesifikasi produk,
  2. Kesesuaian (conformance), yakni kesesuaian antara maksud dengan penyampaian produk aktual.
  3. Kesediaan (availability), mencakup aspek kedapat dipercayaan serta ketahanan, dan produk itu tersedia bagi konsumen untuk digunakan.
  4. Keamanan (safety), aman tidak membahayakan konsumen.
  5. Guna praksis (field use), kegunaan praksis yang dapat dimanfaatkan penggunanya oleh konsumen.

Dari berbagai definisi, dapat disimpulkan bahwa kualitas adalah kesesuaian antara maksud desain dengan penyampaian produk aktual terutama kesesuaian dengan kebutuhan pasar dengan yang disyaratkan atau distandarkan atau kualitas sebagai nihil cacat, kesempurnaan dan kesesuaian terhadap persyaratan.[4]

  1. Mutu Pendidikan

Dalam dunia pendidikan dikonsepsikan oleh Edward Sallis bahwa mutu diartikan sebagai standar produk dan jasa serta standar pelanggan. Standar produk dan jasa maksudnya pendidikan yang bermutu apabila pelayanan dan produk memiliki kesesuaian dengan spesifikasi, kesesuaian dengan tujuan dan manfaat, tanpa cacat serta selalu baik dari awal. Sedangkan yang dimaksud dengan standar pelanggan adalah pelayanan dan produk pendidikan bisa dikatakan bermutu, apabila dapat memuaskan pelanggan dengan cara memenuhi kebutuhan dan menyenangkan mereka.

Ketika mutu tersebut masuk dalam kerangka pendidikan, maka kerangka yang diunakan juga masih bersifat jamak (plural), salah satu contoh ada yang menyatakan behwa mutu pendidikan merupakan kemampuan lembaga pendidikan dalam pengelolaan secara operasional dan efisien terhadapkomponen-komponen yang berkaitan dengan sekolah sehingga menghasilkan nilai tambah terhadap komponen tersebut menurut norma/standar (SNP) yang berlaku.

sumber :

Infinix Note 4 masuk Indonesia