Layanan Belajar Anak Tunalaras


Layanan Belajar Anak Tunalaras

 

  1. Dasar Hukum

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 SisdikNas : “Warga Negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus”

  1. Definisi

Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. (Pasal 32 UU Sisdiknas, ayat 1)

  1. Maksud

Perlunya pengembangan layanan pendidikan terpadu yang komprehensif dan integratif yang bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan intelektual, emosional, keterampilan dan kecakapan hidupyang sesuai dengan potensi dan kemampuan masing-masing siswa berkebutuhan khusus.

  1. Tujuan

Membantu anak didik penyandang perilaku sosial dan emosi, agar mampu mengembangkan sikap, pengetahuan dan keterampilan sebagai pribadi maupun anggota masyarakat dalam menggalakkan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial budaya dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan dalam dunia kerja atau mengikuti

pendidikan selanjutnya.

  1. PENDEKATAN PENDIDIKAN ANAK TUNALARAS

(sumber: Triyanto Pristiwaluyo & m. Sodiq AM. (2005). Pendidikan Anak Gangguan Emosi. Depdiknas Dikti)

  1. Pendidikan Alternatif

Rasionalisasi

Pendekatan pendidikan alternative diperlukan karena adanya kondisi-kondisi khusus anak tunalaras yang harus mempengaruhi intervensi pendidikannya, baik di sekolah khusus maupun di sekolah inklusi, yaitu :

  1. Diskriminasi social, pada kasus anak tunalaras yang berasal dari keluarga marginal (ekonomi sosial menengah-ke bawah)
  2. Putus sekolah
  3. Isu-isu penempatan di institusi luar sekolah (seperti di lembaga permasyarakatan anak, dll)
  4. Prestasi akademik rendah

Dimensi-Dimensi Kebutuhan & Situasi yang Dicermati

  1. Interaksi hubungan yang kaku antara guru dengan murid
  2. Gangguan emosi & perilaku kronis dan permasalahan belajar belum terpecahkan oleh Program sekolah
  3. Siswa antisosial tidak terpengaruh pada sistem motivasi belajar umum
  4. Perlunya pendekatan pembelajaran individual
  5. Ketidaksiapan siswa menghadapi evaluasi pembelajaran

Bentuk-Bentuk Program

  1. POLA KELAS BARU = integrasi, dengan mengurangi jumlah siswa umum, terdapat guru khusus di kelas.
  2. STRUKTUR BARU = minischool, dengan hubungan antar komponen yang fleksibel.
  3. KURIKULUM BARU = relevan dengan kebutuhan

https://bengkelharga.com/heroes-wanted-apk/