Menyikapi Transformasi Digital Dunia Pendidikan


Menyikapi Transformasi Digital Dunia Pendidikan

Menyikapi Transformasi Digital Dunia Pendidikan

Menyikapi Transformasi Digital Dunia Pendidikan
Menyikapi Transformasi Digital Dunia Pendidikan

Kita sudah tidak asing dengan istilah Revolusi Industri 4.0. Berbagai media, seminar,

workshop dan lain-lain sudah banyak membahasnya. Kalau kita ketik di mesin pencari Google akan tersaji informasi tak terbatas. Revolusi Industri 4.0 terkait erat dengan perkembangan internet, di mana semuanya bisa terhubung dengan sangat mudah. Kegiatan sehari-hari kita tak lepas dari dunia digital yang salah satu perangkat pendukungnya adalah smartphone. Bagaimana pengaruhnya terhadap dunia pendidikan?

Pada akhir September lalu diselenggarakan pameran pendidikan bertaraf Internasional

dengan nama Global Education Supplies and Solution (GESS). Sebuah pameran bertema pendidikan yang menghadirkan berbagai institusi pendidikan dengan produk dan inovasi terkini. Dari sini dapat dilihat bahwa begitu berkembangnya teknologi yang mendukung dunia pendidikan. Beberapa stand cukup menarik misalnya smart class di mana guru menerangkan dengan slide presentasi yang sama persis dengan yang ada di laptop siswa. Guru juga bisa melihat aktivitas masing-masing siswanya, sementara siswa juga dapat sharing tampilan di laptopnya. Dengan perangkat ini kolaborasi di dalam kelas terjalin dengan baik. Ada juga teknologi yang sedang berkembang yaitu Virtual Reality yang menghadirkan dunia maya di depan mata kita menggunakan sebuah kacamata atau Virtual Box. Di stand lain ada sebuah buku science yang khusus dengan teknologi Augmented Reality. Halaman-halaman di buku tersebut dapat kita scan dengan smartphone dan akan hadir sebuah gambar 3 dimensi menarik yang dapat dilihat dari berbagai arah. Kelas modern menghadirkan pembelajaran jarak jauh. Beberapa penyedia jasa (developer) menghadirkan konsep-konsep yang tidak asing mulai dari kelas maya, penyediaan materi pembelajaran multimedia sampai kolaborasi antarguru diseluruh dunia.

Yang cukup menarik adalah sebuah teknologi touch screen di mana media yang digunakan bisa

dimana saja dengan syarat datar. Contoh penggunaan yang paling mudah adalah di tembok. Teknologi ini menggunakan semacam bingkai (frame) layaknya sebuah pigura foto yang memiliki sensor di masing-masing sisinya. Frame ini dihubungkan ke laptop/tablet dan cukup dengan sebuah proyektor yang biasa digunakan di kelas diarahkan ke frame tersebut. Jadilah tembok tersebut sebuah layer touch screen. Rasanya inilah jawaban yang selama ini kami cari untuk masalah pembelajaran di level TK Al Muslim. Sebagaimana program Al Muslim yang mulai menerapkan pembelajaran digital tahun ini, salah satu tantangannya adalah menerapkan pembelajaran digital di level TK dengan tidak menghilangkan prinsip-prinsip dasar pembelajaran TK. Dengan touch screen model ini rasanya pembelajaran siswa TK menjadi lebih menarik, biaya lebih murah dan lebih minim resiko.

 

Sumber :

https://ruangseni.com/