Metode Pendidikan Islam


Metode Pendidikan Islam

Metode Pendidikan Islam

Metode Pendidikan Islam

Bentuk-bentuk metode pendidikan Islam yang relevan dan efektif dalam pengajaran ajaran Islam adalah :

  1. Metode Diakronis

Metode Diakronis disebut juga metode sosiohistoris, yakni suatu metode pemahaman terhadap suatu kepercayaan, sejarah atau kejadian dengan melihatya sebagai suatu kenyataan yang memiliki kesatuan yang mutlak dengan waktu, tempat, kebudayaan, golongan dan lingkungan tempat kepercayaan, sejarah dan kejadian itu muncul.

  1. Metode Sinkronis-Analitis

Suatu metode pendidikan islam yang memberi kemampuan analitis teoritis yang sangat berguna bagi perkembangan keimanan dan mental-intelek. Metode ini tidak semata-mata mengutamakan segi pelaksanaan atau aplikasi praktis. Teknik pengajarannya meliputi diskusi, lokakarya, seminar, kerja kelompok, resensi buku, lomba karya ilmiah, dan sebagainya.

  1. Metode Problem Solving (Hill al-Musykilat)

Metode ini merupakan pelatihan peserta didik yang dihadapkan pada berbagai masalah suatu cabang ilmu pengetahuan dengan solusinya. Metode ini dapat dikembangkan melalui teknis simulasi  micro-teaching, dan critical incident (tanqibiyah). Di dalam metode ini, cara mengasakan keterampilan lebih dominan ketimbang pengembangan mental-intelektual, sehingga terdapat kelemahan, yakni perkembangan pikiran peserta didik mungkin hanya terbatas pada kerangka yang sudah tetap dan akhirnya bersifat mekhanistik.

  1. Metode Empiris (Tajribiyah)

Suatu metode mengajar yang memungkinakan peserta didik mempelajari ajaran Islam melalui proses realisasi, aktualisasi, serta internasionalisasi norma-norma dan kaidah Isalm melalui proses aplikasi yang menimbulkan suatu interaksi sosial. Kemudian secara deskriptif, proses-proses interaksi dapat dirumuskan dalam suatu sistem norma baru (tajdid). Proses ini selanjutnya berjalan dalam suatu putaran yang radiusnya makin lama makin berkembang. Keuntungan metode ini adalah peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan secara teoritis-normatif, tetapi juga adanya pengembangan deskriptif inovasi beserta aplikasinya dalam kehidupan sosial yang nyata.

  1. Metode Induktif (al-istiqraiyah)

Metode yang dilakukan oleh pendidik dengan cara mengajarkan materi yang khusus (juz’iyah) menuju pada kesimpulan yang umum. Tujuan metode adalah agar peserta didik bisa mengenal kebenaran-kebanaran dan hukum-hukum umum setelah melalui riset. Prosedur pelaksanaan metode induktif dapat dilakukan dengan emapt tahap, yaitu :