Musik Bumbung (bambu)


Musik Bumbung (bambu)

Musik bumbung berawal dari “Bumbung lamang” (Beras ketan yang dibakar dalam bumbu) yang dimodifikasi diatonik, terdiri dari 7 nada dasar. Populasinya berada di Desa Berikin Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Musik Suling Bambu

Musik Suling dimainkan dengan secara improviasi, terdiri dari piston 2 buah dan pengiring 9 buah suling dan ditambah gendang, tabur, tok-tok dan pengiring lainya. Musik ini berkembang didesa Batu Mandi Kabupaten Balalang

  1. Musik Bamban

Musik Bamban disebut karena musik ini lahir didesa Bamban, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kandangan. Sesungguhnya musik ini disebut music Tabur Garancai yaitu musik tiup (Diatonic) yang serupa dengan musik Tanjidor (Batawi) berfungsi untuk mengarak pengantin, dan hiburan.

  1. Musik Masuk Kirri

Musik ini berasal dari Suku Bugis Mandar yang mendiami pesisir pantai Pagatan, sekarang Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. Musik ini hanya berkembang di daerah pasisir pantai Pagatan yang didiami entik Bugis Mandar saja. Perangkat musik terdiri dari ;        Kecapi Bugis mandar 3 buah, Rabab/Biola, Terbang bugis mandar 2 buah, Gambus, Suling, dan Giring-giring.

  1. Musik Tunggal Kalimantan Selatan

Selain musik koleftif di Kalimantan masih ada yang terpisah yaitu musik Tunggal yaitu :

  1. Musik Kuridin

Musik Kuridin adalah alat musik yang terbuat dari Bambu. Nama Kuridin diberikan oleh Penduduk Hulu Sungai Tengah dan Desa Harakit Kabupaten Tapin. Lain lagi dengan penduduk Kelurahan ulu Banteng Kecamatan Bakupai Kabupaten Barito Kuala menyebutkan Guriding.

Alat music Kuriding atau Guriding ini adalah alat musik Mulut, ahan dari Bambu, alatnya ditempatkan pada mulut dengan cara seperti aturannya, untuk menyembunyikan Kuriding harus menarik tali tatarikan yang dipegang dengan tangan kanan dan serta ada sentakan, sehingga mengertakkan alat agar Kuriding tersebut.

  1. Musik Kalangkupak/Salung Bambu

Musik ini terbuat dari bambu kecil tipis yang separohnya dipangkas memanjang agak meruncing disebut “Paring Tamiang”bentuknya seperti Angklung.

Bambu atau paring ini terdiri dari 5 potongan dan setiap potongan panjangnya berbeda-beda. Potongan-potongan bambu itu dirakit dengan tali rotan, sehingga merupakan satu rangkai tangga nada yang siap dimainkan. Kalangkupak disebut juga Salung Bambu merupakan alat musik suku bukit atau suku Dayak Kalimantantan Selatan.

  1. Musik Sarunai

Musik ini tergolong aerofon atau alat musik tiup, perkataan Sarunai atau Sarunai, yang diambil dari kata Surnai bahasa Persia. Surna dari bahasa Arab dan Sahnai dari bahasa india. Musik ini terbuat dari Bambu atau kayu seperti suling terompet namun pendek, terdiri dari 4 bagian yaitu mulut, sekar bibir, badan (batang) dan corong satu sama lainya bisa dilepas dan dipasang kembali. Serunai berfungsi sebagai alat musik pertunjukan pancak silat. Disuku Bukit/Dayak berpungsi sebagai pengiring musik upacara adat.  

Sumber: https://pendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/