Pabagas Boru


Pabagas Boru

Pabagas Boru

Pabagas Boru

  1. Pengertian Pabagas Boru

               Pelaksanaan pabagas boru dibagi 3 tingkatan dari kemampuan suhut yang melaksanakannya yaitu:

  1. Tingkat kecil (menek), lahanannya ayam dan telur.
  2. Tingkat menengah lahanannya horbo dan kambing.
  3. Tingkat besar (godang) lahannanya horbo nabontar (kerbau).

               Pada garis besarnya perkawinan yang sering terjadi dalam perkawinan adalah  kawin lari (boru marlojong) dan kawin yang dipabuat (resmi)

1)      Kawin lari merupakan calon suami membawa si perempuan ke rumah orang tuanya. Tapi belum selesai urusan adat dan ibadahnya.

2)      Kawin dipabuat (resmi) merupakan perempuan tersebut dibawa oleh lelaki calon suaminya ke rumah orang tuanya. Tapi sudah selesai urusan adat dan ibadahnya.

               Dipabuat resmi dengan upacara adat dan agama. Di luar perkawinan tersebut masih ada lagi perkawinan yang lain, seperti:

  1. a)Na patungincatkon (pauli tangga naburuk) merupakan perkawinan yang dilakukan apabila suami meninggal maka adik suaminya mengawini janda abangnya yang disebut mangabia atau pareakan atau seorang gadis mengawini seorang duda mengganti kakaknya yang meninggal.
  2. b)Tangko binoto merupakan perkawinan yang dilakukan apabila seorang gadis kawin atas sepengetahuan orang tuanya, tetapi belum resmi menurut adat dan belum diberitahu kepada hatobangon dan harajaoon di huta tersebut.
  3. c)Boru manaek merupakan perkawinan yang dilakukan apabila si gadis hamil di luar nikah karena perbuatan pacarnya kemudian si gadis minta dikawinkan secara terhormat atau disebut juga manyoppo atau haporas maninjal tu parau.
  4. d)Boru elehan merupakan perkawinan yang dilakukan apabila boru yang di pinang dan diminta dengan baik dan dibujuk agar ia mau kawin.
  5. e)Boru hiapan merupakan perkawinan yang dilakukan apabila boru yang di dapat dipartandangan di minta dengan baik serta di bujuk agar ia mau kawin dan tidak perlu berpikir panjang dan dia langsung mau kawin.
  6. f)Boru mangalap tungkat merupakan perkawinan yang dilakukan apabila suatu perkawinan tidak membuahkan anak, sang istri mengizinkan untuk mengambil istri kedua atau tungkot.
  7. g)Boru maninian merupakan perkawinan yang dilakukan apabila pihak laki-laki bekerja dulu pada calon martua karena budi pekertinya bagus dan rajin maka dia diambil menjadi anak mantu oleh martuanya.
  8. h)Manjujur merupakan perkawinan yang dilakukan dengan pihak laki-laki membayar mas kawin terlebih dahulu kepada pihak wanita.
  1. Upacara Adat Mangkobar boru

               Kedua belah pihak lelaki yang mambuat boru dan juga orang tua dari boru yang marbagas sama-sama mengadakan persiapan menghadapi upacara adat mangkobar boru.

  1. Pihak orang tua lelaki mengutus 3 lelaki untuk mangkobar menyelesaikan adat yaitu:

1)  Kahanggi /suhut.

2)  Anak boru maroban burangir, itak, sasagun dan abit.

3)  Hatobangon maroban sinapang.

  1. Pihak orangtua ni boru mempersiapkan:

1)  Tempat parsidangon.

2)  Mengundang keluarga dalihan natolu.

3)  Mengundang hatobangon, harajaon, orang kaya.

4)  Mempersiapkan burangir.

5)  Mempersiapkan makanan dan minuman.

6)  Mempersiapkan indahan naditungkus tanda selesai hobaron boru.


Baca Juga :