Prinsip mengajar pada anak untuk menambah motivasi dalam bidang


Prinsip mengajar pada anak untuk menambah motivasi dalam bidang

       pendidikan.

        Prinsip mengajar atau dasar mengajar merupakan usaha guru dalam menciptakan dan mengkondisi situasi belajar-mengajar agar siswa melakukan kegiatan belajar secara optimal. Beberapa prinsip mengajar yang paling utama harus digunakan antara lain prinsip kooperasi dan kompetisi, aplikasi dan transformasi, dan individualitas. Berikut ini penjelasan ketiga prinsip tersebut.

  1. a) Kooperasi dan Kompetisi

Kerjasama siswa dalam kegiatan belajar sangat penting dilaksanakan, bukan hanya sekedar memperoleh hasil yang optimal tetapi juga merupakan usaha memupuk sikap gotong royong, toleransi, kepekaan sosial, saling menghargai dan memupuk keterampilan mengadakan interaksi sosial. Belajar bersama akan menumbuhkan semangat dan motivasi belajar siswa. Kompetisi atau persaingan dapat juga diterapkan dalam proses belajar-mengajar asalkan dalam bentuk persaingan kelompok, bukan persaingan dalam bentuk individual atau perorangan, misalnya segi kecepatan melaksanakan pekerjaan atau tugas, ketepatan jawaban dari tugas yang dikerjakannya, kerapihan tugas, kebersamaan dalam melaksanakan tugas belajar, dan lain-lain.

  1. b) Aplikasi dan Transformasi

Aplikasi dan transformasi atau pemakaian dan pemindahan merupakan hal penting dalam kegiatan belajar. Pengingatan kembali bahan atau informasi yang sudah dipelajari akan muncul apabila dihadapkan pada situasi baru yang serupa. Proses ini dikatakan transformasi atau pemindahan. Latihan dan pengulangan merupakan upaya yang menunjang prinsip pemindahan. Pemakaian atau aplikasi pada hakikatnya menerapkan prinsip atau konsep bahan dalam mememcahkan persoalan. Guru dapat menunjukkan dan mengarahkan siswanya terhadap penggunaan bahan atau informasi yang diberikan dalam praktek kehidupan nyata para siswa. Prinsip aplikasi dan transformasi ini penting untuk mencapai hasil belajar siswa tahan lama.

  1. c) Individualitas

Tidak ada dua orang individu yang sama baik dari psikis maupun dari segi fisik. Kemampuan siswa sebagai individu berbeda satu sama lain. Perbedaan tersebut nampak pula dalam minat, perhatian, sikap, cara belajar, kebiasan belajar, motivasi belajar, dan lain-lain, demikian pula untuk menyesuaikan pengajaran kepada orang demi orang bukanlah cara yang bijaksana. Prinsip individual tidak berati memberi pelayanan secara perorangan, akan tetapi menyesuaikan dengan kemampuan rata-rata para siswa, memberikan bantuan dan bimbingan kepada siswa yang memerlukannya, memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk melakukan cara belajar yang sesuai dengan dirinya, dan lain-laina, dalam suatu praktek pengajaran, prinsip individual bisa digunakan guru dalam beberapa cara, antara lain memberi tugas-tugas individual sehingga siswa belajar secara mandiri sesuai dengan caranya sendiri.

https://mitranet.co.id/alien-zone-raid-apk/