Problematika-Problematika Kebijakan Pendidikan yang Ada di Kawasan ASEAN


Problematika-Problematika Kebijakan Pendidikan yang Ada di Kawasan ASEAN

Kebijakan merupakan petunjuk teknis pelaksanaan program yang akan dilaksanakan agar dapat berjalan secara lancar sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Namun, kebijakan-kebijakan yang dijalankan tidaklah terus berjalan secara mulus, tetapi juga mengalami kendala-kendala, begitu pula kebijakan yang diterapkan dalam sektor pendidikan. Di tingkat ASEAN kebijakan yang telah diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yaitu dengan menerapkan kurikulum berstandarkan ASEAN. Jadi kurikulum yang diterapkan diseluruh negara kawasan Asia Tenggara yaitu berdasarkan kurikulum yang telah ditetapkan oleh ASEAN. Namun, dalam implikasinya cara penyampaian kurikulum disetiap negara berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh adanya perbedaan budaya, ideologi, dan sistem politik yang ada di masing-masing negara. Selain itu sistem pendidikan yang digunakan dalam pembelajaran juga dapat mempengaruhi kualitas pendidikan yang dihasilkan.

            Di ASEAN setiap negara memiliki sistem pendidikan masing-masing yang diterapkan dalam pembelajaran. Sistem pendidikan yang berbeda-beda inilah yang membuat kualitas pendidikan di ASEAN terdapat ketidakseimbangan. Sebab dalam satu kawasan regional terdapat pendidikan dengan kualitas yang sangat bagus, namun disisi lain terdapat juga negara yang kualitas pendidikannya masih rendah. Setara dengan pernyataan yang diungkapkan oleh Direktur Utama ASEAN University Network (AUN) Nantana Gajaseni dalam Murdaningsih (2015), bahwa yang menjadi kendala terbesar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Asia Tenggara yaitu ada banyaknya perbedaan dalam sistem pendidikan di banyak negara terutama ASEAN. Lebih lanjut Nantana dalam Murdaningsih (2015) menyatakan bahwa, terdapat 7.446 perguruan tinggi memiliki sistem pendidikan yang berbeda. Dari 10 negara yang ada di ASEAN dengan jumlah perbedaan sistem pendidikan yang begitu besar, dapat nilai bahwa hal ini yang menyebabkan kendala dalam meningkatkan kualitas pendidikan ASEAN di kancah dunia. selain itu, tantangan lainnya adalah keberagaman kemampuan dan ketersediaan fasilitas lokal di setiap masing-masing negara yang berbeda-beda. Sehingga menyebabkan mahasiswa luar negara ASEAN kurang termotivasi untuk belajar di perguruan tinggi yang berada di kawasan ASEAN.

            Disamping itu, terdapat pula problematika-problematika yang secara spesifik diklasifikasikan berdasarkan pada hal-hal sebagai berikut:

  1. Problema Pengambil Kebijakan

            Ada beberapa problema yang harus dihadapi oleh pengambil kebijakan pendidikan di kawasan negara-negara ASEAN, diantaranya yaitu:

  1. Demokratisasi Pendidikan

Sejak diadakannya deklarasi Karachi Plan pada tahun 1960, demokratisasi pendidikan untuk negara-negara kurang mengalami perkembangan dan kemajuan yang baik. Dapat diperkirakan bahwa secara global masih banyak terdapat orang yang mengalami buta huruf. Pada orang dewasa yang mengalami buta huruf sekitar 814 juta orang, sedangkan pada anak-anak usia sekolah ada sekitar 123 juta yang tidak bersekolah.

suber :

DEAD TARGET 2 v1.2.168 Apk + Mod + Data for android