Rencana Nadiem Hapus Ujian Nasional Lewat Kebijakan ‘Merdeka Belajar’


Rencana Nadiem Hapus Ujian Nasional Lewat Kebijakan 'Merdeka Belajar'

Rencana Nadiem Hapus Ujian Nasional Lewat Kebijakan ‘Merdeka Belajar’

Rencana Nadiem Hapus Ujian Nasional Lewat Kebijakan 'Merdeka Belajar'
Rencana Nadiem Hapus Ujian Nasional Lewat Kebijakan ‘Merdeka Belajar’

Belum dua bulan menjabat, Mendikbud Nadiem Makarim membuat gebrakan baru

untuk dunia pendidikan. Dalam empat program pokok kebijakan pendidikan ‘Merdeka Belajar’, salah satu gebrakan yang dibuat adalah menghapus Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) atau Ujian Nasional (UN).

Tahun 2020 rencananya akan menjadi tahun terakhir penyelenggaraan UN.

Selain itu, di tahun 2020, penyelenggaraan UN juga akan sedikit berubah.
Apa saja yang perlu diketahui soal penghapusan Ujian Nasional oleh Nadiem Makarim?
UN 2020 Digelar Oleh Sekolah
Nadiem Makarim menyatakan di tahun 2020 UN akan digelar oleh pihak sekolah saja. Sehingga, kompetensi siswa bisa dinilai menggunakan tes tertulis hingga penilaian lain yang lebih komprehensif, seperti portofolio dan penugasan lainnya.

“Dengan begitu, guru dan sekolah lebih merdeka dalam penilaian hasil belajar siswa.

Anggaran USBN sendiri dapat dialihkan untuk mengembangkan kapasitas guru dan sekolah guna meningkatkan kualitas pembelajaran,” jelas Nadiem dalam keterangannya, Rabu (11/12).
Tahun 2021, UN Diganti Jadi Asesmen Kompentensi
Di tahun 2021, UN akan diganti menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter. Tes tersebut terdiri dari kemampuan menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerik), dan penguatan pendidikan.
ADVERTISEMENT
Pelaksanaan pengganti UN ini akan dilakukan siswa yang berada di tengah jenjang sekolah, misalnya kelas 4, 8 dan 11. Harapannya adalah mendorong guru dan sekolah memperbaiki mutu pembelajaran. Namun, hasil asesmen tidak digunakan untuk basis seleksi siswa ke jenjang selanjutnya.
“Arah kebijakan ini juga mengacu pada praktik baik pada level internasional seperti PISA dan TIMSS,” kata dia.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/