Semantik Kalimat


 Semantik Kalimat

Verhaar (1978: 126 dalam Parera 2004) mengutarakan semantik kalimat yang membicarakan hal-hal seperti soal topikalisasi kalimat yang merupakan masalah semantik, namun bukan masalah ketatabahasaan. Tentang semantik kalimat ini menurut beliau memang masih belum banyak menarik perhatian para ahli linguistik.

  • Perkembangan Semantik
    Semantik merupakan cabang ilmu linguistik yang dikhususkan mengkaji

tentang makna bahasa.

              Pada tahun 1820-1925 seorang ahli klasik yang bernama C. Chr. Reisig telah mengemukakan konsep baru tentang gramatika. Ia berpendapat bahwa gramatika terdiri atas tiga unsure utama, yaitu

  1. Semasiologi: studi atau kajian tenatang tanda :;
  2. Sintaksis: studi atau kajian tentang kalimat;
  3. Etimologi: studi atau kajian tentang asal-usul kata, perubahan bentuk kata, dan perubahan makna.

              Perkembangan semantik masih berlanjut dengan paradigma bahwa puluhan tahun sebelum munculnya Stern telah ditemukan kegiatan dalam pengumpulan bahan perkuliahan dari seorang guru Ferdinan de Saussure, dari sini muncul lah karya seassure dan menimbulkan perbedaan pandangan tentang semantik. Perbedaan itu antara lain :

  1. Pandangan atau pendekatan historis (diakronis) mulai ditinggalkan dan beranjak pada pendekatan deskriptif (sinkronis);
  2. Semantik mulai dipengaruhi statistika;
  3. Studi semantik terarah pada bahasa tertentu, tidak bersifat umum;
  4. Hubungan antara bahasa dengan pikiran mulai dipelajari;
  5. Semantik telah melepaskan diri dari filsafat, tetapi tidak berarti bahwa filsafat tidak membantu perkembangan semantik (Ulman, 1977: 8).

              Hubungan Semantik dengan Ilmu Lain

              Pada uraian di muka telah dijelaskan bahwa semantik adalah ilmu yang mengkaji makna bahasa. Bahasa memiliki beberapa fungsi yang cukup kompleks, antara lain:

  1. Instrumental: alat untuk memenuhi kebutuhan material                  ;
  2. Regulatory: mengatur dan mengontrol perilaku individu yang satu dengan yang lain dalam suatu hubungan social                        ;
    Interaksional: menciptakan jalinan hubungan antara individu yang satu dengan yang lain;
  3. Personal: media identifikasi dan ekspresi diri                                         ;
  4. Heuristik: untuk menjelajahi, mempelajari, memahami dunia sekitar
  5. Imajinatif: mengkreasikan dunia dalam kesadaran dunia batin seseorang
  6. Informative: media penyampai pesan dalam kegiatan komunikasi, media penafsir keseluruhan pengalaman batin seseorang (Aminudin, 1988: 18)

Selain dari beberapa hal tentang hubungan semantik dengan ilmu lain di atas, ternyata semantik pun memiliki keterhubungan dengan disiplin ilmu lainnya, yaitu filsafat, psikologi, antropologi, sastra dan linguistic.

https://bengkelharga.com/tap-robo-apk/