Teori-Teori Mengenai Bermain


 Teori-Teori Mengenai Bermain

 Teori-Teori Mengenai Bermain

 Teori-Teori Mengenai Bermain

                                                      1)            Teori Psikoanalisis

Menurut Sigmund Freud bermain mempunyai nilai yang sama, seperti fantasi atau lamunan. Melalui bermain ataupun berkhayal, seseorang dapat memproyeksikan harapan-harapan maupun konflik-konflik pribadinya, Freund yakin bahwa bermain memegang peran penting dalam perkembangan emosi anak. Karena melalui bermain anak dapat mengeluarkan seluruh perasaan negatifnya, seperti pengalaman yang tidak menyenangkan atau traumatik, harapan-harapan yang tidak terwujud dalam realitas hidupnya. Melalui bermain anak dapat mengambil peran aktif sebagai pemrakarsa dan memindahkan perasaan negatifnya ke objek atau orang pengganti. Sebagai contoh, setelah anak menjalani hukuman fisik dari gurunya, pada saat bermain ia dapat menyalurkan perasaan marahnya dengan cara memukul-mukul boneka yang ia andaikan sebagai gurunya. Tindakannya dirasakan tidak mengancam dirinya karena dilakukan dalam situasi bermain, dan ia pun merasa puas sebab dapat menyalurkan perasaan negatifnya.

Freud tidak mengemukakan pengertian bermain, tetapi lebih memandang bermain sebagai cara yang digunakan anak untuk mengatasi masalahnya.

                                                      2)            Teori Kognitif

  1.             Jean Piaget

Perkembangan kognitif berlangsung melampaui tahapan-tahapan tertentu, sampai pada akhirnya proses berfikir anak akan menyamai orng dewasa. Dlam bermain, anak akan melakukan aktivitas yang sesuai dengan perkembangan kognitif yang sedang dijalaninya. Misalnya anak usia tiga sampai enam tahun akan terlibat di dalam kegiatan bermain khayal. Kegiatan bermain yang lebih kompleks belum dapat mereka lakukan karena kemampuan kognitif dan sosialnya belum memadai.

Piaget menganggap bermain bukan hanya mencerminkan perkembangan kognitif anak, tetapi juga memberikan sumbangan terhadap perkembangan kognitif itu sendiri. Pada saat bermain, anak tidak belajar mempraktikkan dan mengkonsolidasikan keteramppilan yang baru diperolehnya.

 

Sumber :

https://robinschone.com/keychord-apk/